in

Bijak Bermedia, Beretika Di Media

Rizki Bayu Andriyanto.

 

ERA modern ini perkembangan penggunaan teknologi sangat berkembang pesat, salah satunya teknologi media. Seperti yang kita ketahui, semakin ke sini media sangat beragam jenisnya, mulia dari media cetak, media televisi, media sosial, media digital, dan bahkan media edukasi.

Dari berbagai media yang ada, terangkum dalam satu benda yang di sebut smartphone. Percepatan digitalisai ini tentu membawa pengaruh besar pada generasi muda. Layaknya dua sisi mata uang, pengaruh itu merangkum langsung dua sisi, baik dan buruk. Baiknya, informasi apapun sangat mudah didapat. Banyak informasi yang sangat berperan penting dalam menjaga mental generasi muda Indonesia. Namun tidak sedikit pula informasi yang mampu menjerumuskan penggunanya ke dalam kesesatan.

Maka dari itu, kita sebagai pengguna teknologi harus pintar dalam menggunakan dan memanfaatkan media dan kecanggihan teknologi yang ada di dalam genggaman tangan.

Lalu bagaimana kita dalam memilih media agar dapat bermedia dengan positif? Mungkin ada beberapa hal yang dapat kita lihat terlebih dahulu, yaitu menyaring, memahami, dan bijak dalam menyerap informasi.

Media televisi misalnya, seperti yang dapat kita lihat sekarang, banyak media telivisi yang mengnyajikan siaran berupa acara hiburan. Kita bisa memilih tontonan dengan memilah terlebih dahulu siaran apa yang disajikan dalam televisi tersebut.

Kita bisa menjadwalkan untuk memilih tayangan apa yang akan kita lihat, dan berangkat dari situ kita dapat memilih tanyang yang benar-benar layak ditonton atau tidak.

Selanjutnya media sosial, banyak aplikasi-aplikasi yang menyediakan informasi, berita, bahkan sajian hiburan video. Layaknya tubuh, pikiran juga harus diberi asupan makanan berupa informasi yang positif, agar saat dicerna oleh pikiran, informasi-informasi dapat membuat pikiran kita menjadi sehat secara fisik maupun mental.

Kita bisa memilih tonton di Youtube, Instagram, Facebook dan masih banyak media sosial lain yang tersaji di era digital ini. Yang di dalamnya tentu menyediakan banyak sekali tontonan dan informasi yang dapat mengedukasi kita.

Selain media sosial dan media televisi, ada juga media koran dan media online. Kedua media ini sudah selayaknya patut kita selami, karena kedua media tersebut sudah memiliki beberapa hal yang sudah disaring untuk tayang di publik.

Semisal media koran sudah meliwati editor dan juga beberapa uji kelayakan. Media edukasi adalah media yang diggunakan untuk mengedukasi semisal ruang guru, zenius education, dan media dibuat oleh guru untuk mengdukasi muridnya, pastinya sudah layak untuk dipelajari maupun dikonsumsi. Namun semua itu harus tetap kita pilah dengan seksama, apalagi saat ini banyak informasi hoaks yang dikemas dalam bentuk berita maupun edukasi.

Berangkat dari media sebenarnya kita sendiri yang menciptakan image positif maupun negatif. Bagaimana kita bersikap di dunia maya dapat mempresentasikan diri kita di kehidupan kehidupan nyata. Kita tak bisa semena-mena bermedia, karena sesungguhnya dalam bermedia juga ada beberapa hal yang dibatasi dengan undang-undang. Salah satunya UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang di dalamnya ada beberapa pasal yang mengatur soal bermedia.

Perlu diingat bahwa netizen Indonesia pernah menempati urutan ke 29 dari 32 negara sebagai netizen yang tingkat kesopananya rendah di daerah Asia Tenggara. Hasil itu diperoleh dari Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020 di akhir Febuari lalu “Digital Civility Index”.

Maka dalam hal ini kita dapat memetik pelajaran bahwa tak hanya hal positif, hal negatif pun bisa terekam dan tercatat di dalam sistem digital tersebut.

Beberapa pesan dari saya adalah ciptakan image positif dalam bermedia, menggunakan media untuk berbagi hal-hal sehat dan positif, jangan tinggalkan jejak berupa komentar yang jahat (jangan asal komentar), pamahami dan cermati berita dan siaran yang layak disebarkan untuk konsumsi publik.

Selain itu juga stop mengkonsumsi dan menyebarkan tayangan-tayangan yang tidak mengedukasi. Intinya berhati-hatilah dalam bermedia karena semua dapat terekam sekecil apapun jejakmu di dunia digital ini.(HS)

Penulis: Rizki Bayu Andriyanto. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura.

Share This

Dugaan Perdagangan Anak Di Tempat Karaoke Di Tegal, Tiga Orang Ditangkap

Berbagai Promo Spesial di Bulan September Hotel Ciputra Semarang