Besse Nurul Husna Juarai Kompetisi Menulis Pelajar SMA/SMK Blora

Sumber : Blorakab.go.id

 

HALO BLORA – Besse Nurul Husna, keluar sebagai juara pertama Kompetisi Menulis Pelajar SMA / SMK 2021, bertajuk “Bergerak dan Bangkit di Tengah Pandemi”, yang digelar Forum Komunikasi Wartawan Blora.

Melalui karya tulis berjudul “Relawan Jahit”, pelajar SMK PGRI Blora tersebut, keluar sebagai pemenang untuk kategori peserta dari Kabupaten Blora.

Adapun untuk pelajar juara pertama dari luar Blora, diraih Ni Luh Putu Rita Primayuni, pelajar SMA Dharma Praja Badung, Denpasar, Bali, dengan hasil karya “Menjadi Produktif, Kreratif, Inovatif dengan Prestasi dan Berbagi di Era Pandemi”.

Ketua panitia kegiatan Mahfudz Muntaha, seperti dirilis Blorakab.go.id,  mengungkapkan tujuan kompetisi bertema “Bangkit dan Bergerak di Tengah Pandemi” ini, antara lain sebagai refleksi bagi pelajar yang menjadi salah satu pihak yang paling terdampak pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk mengasah kemampuan menulis pelajar masa kini, khususnya pelajar asal Blora.

Selain dari Blora, peserta juga banyak yang berasal dari luar Blora, seperti dari Kabupaten Bantul, Cirebon, Blitar, Garut, Malang, Lampung, dan Bali.

”Jumlah peserta yang sudah mengirim karyanya ini membuktikan antusiasme pelajar untuk menulis tak pernah surut. Apalagi dengan adanya pandemi, pelajar harus belajar dari rumah, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk berkarya,” kata dia, yang juga wartawan Radar Bojonegoro itu.

Adapun untuk juara dari kategori pelajar Kabupaten Blora, selain Besse yang menempati posisi teratas, terbaik kedua diraih Frisko Samudra Novarista Permata Martian dari SMAN 1 Blora, dengan judul “Bukan Bangsa yang Lembek”. Sementara untuk terbaik ketiga, diraih Dina Septiana dari SMK Nurul Huda, Ngawen dengan judul karya “Peran Pelajar dalam Mengelola Keuangan Selama Pandemi Covid-19”.

Tim juri juga telah memilih tiga karya untuk menempati juara harapan. Ketiganya berturut-turut yakni Farah Fairuzza Maulidina asal SMK Muhammadiyah 1 Cepu dengan karya “Bergerak dan Bangkit di Tengah Pandemi”. Kemudian, Novia Andriyani asal SMA NU 1 Kradenan dengan judul “Bergerak Bangkit di Tengah Pandemi”, serta Septiana Kurniasari asal SMKN 1 Blora dengan judul “Serba-serbi Pandemi”.

Sementara itu untuk kategori pelajar luar daerah, untuk posisi kedua diraih pelajar dari MAN Cendekia Gowa, Sulawesi Selatan, M Chairul Sahar dengan karya berjudul “Sepotong Kisah tentang Kita dan Covid-19” dari.

Adapun untuk juara ketiga, diraih Muhammad Andi Firmansyah dari SMAN 19 Garut, Jawa Barat dengan karyanya berjudul “Ironi Media Sosial di Masa Pandemi.”

Lebih lanjut Mahfudz mengatakan selain sembilan juara tersebut, panitia juga memilih sembilan karya asal Blora, dan dua karya asal luar Blora, yang akan ikut dibukukan. Sebanyak.

”Jumlah karya yang akan dibukukan total 20 karya. Tapi yang mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan, hanya untuk sembilan juara yang disebutkan. Untuk sebelas yang karyanya terpilih lainnya, akan mendapatkan buku saja,” kata dia.

Mahfudz menambahkan, untuk sebelas peserta tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Sementara, prosesi penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan rencananya akan dilakukan pada saat launching buku pada April mendatang.

Panitia akan menghubungi para juara via email atau WhatsApp dan diumumkan di akun Instagram Forumbloramenulis. Sebagaimana diumumkan sebelumnya, juara pertama mendapatkan Rp 750 ribu, kedua Rp 500 ribu, dan ketiga Rp 250 ribu. Sementara, juara harapan mendapatkan masing-masing Rp 100 ribu. Hal-hal lain yang belum tertera dalam pengumuman ini akan diberitahukan di kemudian hari.

“Kami harap para peserta yang menjadi juara tidak berhenti sampai di sini saja. Ayo berkarya lebih baik lagi dan jangan berhenti. Untuk teman-teman yang belum beruntung, ayo tetap berkarya dan jangan menyerah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan pengiriman karya tulis dilakukan satu bulan penuh pada Februari 2021. Jumlah peserta sebanyak 65 orang terdiri dari 41 orang siswa Blora dan 24 pelajar luar daerah.

“Awalnya kompetisi ini untuk pelajar Blora saja. Namun dalam perkembangannya banyak pelajar dari luar daerah yang berminat. Kami akhirnya membagi kategori untuk pelajar Blora dan luar daerah,” kata Mahfudz.

Para juri yang berlatar belakang jurnalis dan juri independent di Blora itu mempunyai pertimbangan yang matang sebelum memutuskan karya para juara. Para juri juga sempat berdebat dalam menentukan karya terbaik. Bahkan, panitia juga menggunakan sejumlah aplikasi online untuk mengecek keaslian karya para peserta.

Abdul Muiz, salah seorang juri mengungkapkan, ada karya peserta yang mendapat nilai bagus dari para juri. Namun, setelah dicek keasliannya, apakah memuat plagiarisme atau tidak, panitia memutuskan untuk mengurangi penilaian karya tersebut.

“Sejak awal kami berkomitmen peserta sejak dini dilatih untuk menjauhi plagiat. Karena itu, untuk karya-karya yang mendapat poin tinggi kami cek di aplikasi pragiarisme untuk mengecek keasliannya. Setelah dicek dan ternyata asli, kami yakin karya yang menjadi juara memang yang terbaik,” kata wartawan Suara Merdeka itu, Sabtu (13/3).

Juri lain, Teguh Rudianto menyebut, panitia memberikan nilai yang tinggi kepada peserta yang tidak hanya berteori, tetapi ada sesuatu yang dilakukan di kehidupan nyata.

Kedua pemenang dalam lomba ini, baik asal Blora maupun luar Blora, dalam tulisannya menunjukkan “action”-nya di kehidupan nyata.

“Tulisan yang rapi dan punya gagasan bagus memang punya nilai tinggi. Tapi panitia memberi nilai tertinggi kepada peserta yang bercerita aksinya di kehidupan nyata. Aksi yang memang berdampak positif di masa pandemi ini,” kata reporter Dinkominfo Blora, pengasuh blorakab.go.id itu. (HS-08).

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.