in

Besok Pasar Dugderan Dibuka, Ini Dia Mainan Tradisional yang Paling Laris

Pedagang Kapal Otok-otok saat menggelar dagangannya di Pasar Malam Dugderan di Alun-Alun Masjid Kauman.

SETIAP gelaran Pasar Dugderan menyambut bulan suci Ramadan di Kota Semarang, selalu menjadi pesta tahunan masyarakat. Sebab, selain disuguhkan kirab atau pawai tradisi Dugderan, di event tersebut juga diisi oleh banyak pedagang yang menjual berbagai mainan tradisional yang hanya dijual saat moment Dugderan. Selain tentunya, juga menjual aneka kulineran khas seperti es Gempol, jamu Djun, dawet beras dan lainnya.

Pemerintah Kota Semarang akan membuka pasar malam Dugderan tahun 2024 ini pada Rabu (28/2) besok, di sekitar Alun -alun Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman. Ada lima mainan tradisonal yang bisa ditemukan saat Pasar Dugderan nanti, yang biasanya paling diburu oleh pengunjung dan paling laris yaitu sebagai berikut:

1. Warak Ngendok
Mainan Warak Ngendok ini banyak diburu saat gelaran Pasar Dugderan ini. Mainan tradisional ini merupakan ikon atau ciri khas saat Dugderan menyambut bulan puasa di Kota Semarang. Mainan Warak Ngendok ini selain digunakan untuk dipajang di rumah, bisa juga dikombinasikan dengan roda dan tali agar bisa ditarik.
Secara umum, mainan Warak Ngendok bentuknya hewan berkaki empat dengan leher yang panjang dengan warna bulu yang beraneka ragam khususnya merah, putih, kuning, hijau atau biru. Kepala makhluk ini digambarkan mirip kambing, barongsai, kuda, atau naga dan bisa mengangguk-ngangguk saat disentuh.

2. Kapal Otok-otok
Selain Warak Ngendok, kapal klotok ini banyak dijual pedagang pasar malam Dugderan yang tergolong unik. Sistem kerja mainan ini adalah dengan pembakaran sumbu dan minyak kelapa. Kapal klotok ini kemudian diletakkan dalam wadah berisi air supaya bisa diperlihatkan kepada pengunjung.

Saat dimainkan kapal klotok mengeluarkan bunyi otok-otok. Bunyi itu berasal dari knalpot yang terdorong oleh gelembung air akibat uap yang dihasilkan oleh pembakaran minyak kelapa di dalam kapal klotok tersebut. Kapal klotok sendiri terbuat dari seng yang dibentuk menjadi kapal-kapalan dengan ukuran panjang sekitar 15 centimeter dan lebar 5 centimeter. Warnanya pun beragam, mulai dari biru, merah, hitam, putih, hingga hijau.

3. Mainan Gerabah
Gerabah mainan berwarna-warni memang menjadi ciri khas di tradisi Dugderan. Meski saat ini mainan anak-anak sudah bergeser ke digital, tapi mainan tradisional ini masih tetap dicari sebagai bagian dari mekeriahan menyambut bulan Ramadan. Sebagain besar gerabah berupa mainan yang sering dipakai anak-anak untuk bermain pasaran. Ada bentuk cobek, kendi, piring, cangkir, tungku, dan aneka bentuk celengan.

4. Topeng
Mainan anak berikutnya yang bisa ditemui di Pasar Malam Dugderan yaitu topeng tradisional yang terbuat dari bahan lunak seperti gabus sintetis. Topeng tersebut tersedia dengan berbagai macam karakter dari wajah manusia hingga karakter power ranger. Ada juga seperti karakter-karakter tokoh pewayangan.
Dengan beragam warna yang mencolok, topeng ini banyak menarik anak kecil untuk membelinya.

5. Kuda Lumping
Mainan ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang familiar di masyarakat. Kesenian tari-tarian mengunakan properti berupa kuda kudaan yang terbuat dari anyaman bambu biasanya disukai anak kecil. Properti kuda lumping yang dijual, dengan hiasan batik, rumbai rumbai di atas kepala kuda. Mainan ini cukup laris dibeli pengunjung terutama anak laki-laki. (HS-06)

 

 

Kemudahan Keimigrasian bagi Jemaah Calon Haji Segera Hadir di Solo dan Surabaya

Mandiri Kelola Sampah, 48 Desa di Jateng Terima Penghargaan Desa Mandiri Sampah