in

Bertemu Menag, Pendeta Gilbert : Saatnya Orang Waras Bersuara

Pendeta Gilbert Lumoindong, saat beraudiensi dengan Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Dialog keagamaan penting dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai atas setiap perbedaan.

Hal itu disampaikan Pendeta Gilbert, ketika bertemu Menag Yaqut Cholil Qoumas. Gilbert sependapat dengan pandangan Menag, bahwa dialog keagamaan penting dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai atas setiap perbedaan.

“Saatnya orang waras jangan ngalah. Saatnya bersuara. Perbedaan itu boleh. Tetapi dalam perbedaan, dialog harus dibangun,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Pendeta Gilbert Lumoindong menyampaikan bahwa bangsa yang kaya akan perbedaan ini, harus mewariskan keindahan bagi generasi pendatang.

“Yang waras ojo ngalah, harus bersuara,” kata dia.

Sementara itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menerima kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong, menekankan pentingnya dialog keagamaan, baik antar maupun inter umat beragama.

“Dialog salah satu cara yang bisa diambil untuk mengurai perbedaan, mencari titik temu untuk kemanusiaan dan kemaslahatan,” kata Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (15/9).

Hadir mendampingi, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury.

Menag menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, walaupun nilai-nilai agama sangat berpengaruh dalam dalam kehidupan masyarakatnya. “Agama menjadi faktor penting dalam bernegara,” jelas Menag. (HS-08)

Share This

Pendamping Hukum Tersangka Pembunuhan Taruna PIP Semarang Minta Kemenhub Tetap Turunkan Ijazah Demi Masa Depannya

Presiden Apresiasi Dukungan Pesantren terhadap Program Vaksinasi Covid-19