in

Bertemu Komunitas, Pj Bupati Pati Cerita Merpati yang Dilepas di Lombok Bisa Pulang ke Semarang

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, bersama Komunitas Merpati Pos Silugonggo Pati, melepas lebih kurang 100 merpati, Sabtu (25/3/2023) di Alun-alun Pati. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan kesukaannya pada burung merpati, yang mampu pulang ke kendangnya, walaupun sudah dilepas dari tempat yang jauh, bahkan di luar pulau.

Cerita itu diungkapkan Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, ketika mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Merpati Pos Silugonggo Pati, Sabtu (25/3/2023) di Alun-Alun Pati.

Henggar yang juga pehobi merpati pos ini, mengatakan bahwa merpati pos yang sudah terlatih, memiliki kemampuan untuk pulang ke kandangnya, walaupun dilepas di tempat yang jauh, bahkan luar pulau.

Dia bahkan pernah melepas merpati pos miliknya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan burung itu bisa kembali ke kandang di Kota Semarang.

Henggar berharap agar ke depan jumlah anggota Komunitas Merpati Pos Silugonggo Pati ini kian bertambah. Selain itu mereka dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Adapun dalam kegiatan kemarin, baru sekitar seratus merpati yang dilepas. Ke depannya, ia berharap akan banyak lagi merpati yang akan dilepas.

“Dan saya harapkan juga komunitas ini nanti ke depan mampu mengikuti lomba- lomba di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Henggar.

Dalam kegiatan Komunitas Merpati Pos Silugonggo Pati, Sabtu (25/3/2023) di Alun-Alun Pati, sejumlah anggota komunitas yang berasal dari Juwana, Margoyoso dan beberapa kecamatan lain, secara bersama-sama melepas merpati pos.

Salah satu anggota komunitas Merpati Pos, Silugonggo Rizky, menyampaikan bahwa merpati ini sudah terlatih.

Ia memastikan pelepasan merpati dari Alun-alun pasti kembali ke kandang masing-masing.

“Kami juga pernah melepas merpati ini di Madura dan kembali ke kandang hanya dalam waktu 4 jam,” kata dia.

Menemukan Jalan Pulang

Untuk diketahui, kemampuan luar biasa merpati untuk menemukan jalan pulang,  rupanya juga mengusik minat para ilmuwan Jerman, untuk melakukan penelitian.

Seperti pernah dirilis Daily Mail, para ilmuwan Jerman percaya, bahwa mereka telah menemukan bahwa struktur besi kecil di paruh burung penjelajah seperti merpati pos, memungkinkan mereka memiliki semacam kompas, untuk menganalisis medan magnet bumi.

Melalui sinyal yang ditangkap, burung dapat mengetahui di mana mereka berada dan berangkat ke jalur pulang terbaik.

Selain merpati, banyak burung yang bermigrasi menunjukkan kemampuan luar biasa untuk terbang ribuan mil untuk kembali ke taman atau pohon tertentu dari tahun ke tahun.

Para ilmuwan berpendapat bahwa mereka mungkin memiliki sel yang mengandung zat besi yang serupa di paruh mereka. (HS-08)

194.032 Guru Madrasah Ikuti Ujian Seleksi Kompetensi Akademik PPG

Penyalur PMI di Luar Negeri Berharap Pelayanan Kepada Calon Tenaga Kerja Ditingkatkan