Bersih Kali Galeh, Bupati Minta Rawa Pening Dilestarikan

Warga masyarakat, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Rawa Pening di Kecamatan Banyubiru dan Ambarawa, serta sukarelawan lintas komunitas (Relinko) membersihkan sampah dan eceng gondok di aliran Sungai Galeh. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sekitar 100 warga membersihkan sampah dan eceng gondok di aliran Sungai Galeh.

Mereka berasal dari kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Rawa Pening di Kecamatan Banyubiru dan Ambarawa serta sukarelawan lintas komunitas (Relinko).

Bupati Semarang Mundjirin menyampaikan, Rawa Pening harus dijaga agar tidak punah menjadi lapangan sedimentasi lumpur.

- Advertisement -

“Ini titipan anak cucu kita yang harus dilestarikan,” kata bupati, seperti dirilis jatengprov.go.id, Kamis (26/11).

​Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu, mengatakan kegiatan bersih-bersih kali tersebut untuk mengurangi sampah yang hanyut di Sungai Galeh yang bermuara di Rawa Pening. Sekaligus menekan tingkat sedimentasi yang terus bertambah.

Jika ekosistem Rawa Pening bersih dari sampah dan sedimentasi berkurang, lanjut Sunu, maka para nelayan di sekitar rawa akan diuntungkan. Pasalnya, ikan mujair yang merupakan ikan habitat Rawa Pening dapat berkembang biak dengan baik.

Disampaikan, selain di aliran Sungai Galeh Banyubiru, kegiatan juga akan dilakukan di seputaran Rawa Pening di Dusun Sumurup Asinan Bawen.

“Kegiatan ini langkah strategis mendampingi para pelaku perikanan tangkap di Rawa Pening agar mata pencariannya tetap berjalan baik. Sehingga mereka sadar menjaga kebersihan dan kelestarian rawa,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI merevitalisasi ​ Rawa Pening.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wekas Sawitri menambahkan, tingkat produksi perikanan tangkap tahun ini diperkirakan turun. Pada 2019, produksi perikanan tangkap sebanyak 1.328 ton, sedangkan tahun ini diperkirakan hanya 1.281 ton.

Karenanya, lanjut Wekas, para nelayan diajak beralih ke budidaya ikan di darat. Percontohan alih usaha budidaya itu dilakukan di delapan kolam terpal portabel yang dimiliki satu kelompok nelayan di Banyubiru. ​

“Tahun ini diberikan bantuan sepuluh ribu bibit ikan nila,” terangnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.