Berperang Melawan Covid-19, Siswa SMKN Bansari Buat Alat Cuci Tangan Otomatis

Guru SMK Negeri Bansari, Kabupaten Temanggung, menguji coba alat cuci tangan otomatis. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Bagi para siswa SMK Negeri Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pandemi Covid-19 bukan halangan untuk terus berkembang. Dengan adanya wabah ini, mereka berinovasi membuat alat cuci tangan otomatis.

Dengan alat ini, siapa saja yang akan mencuci tangan tidak perlu menyentuh atau memutar tuas kran. Cukup meletakkan tangan di bawahnya, maka air secara otomatis akan keluar.

Doni Alfian (17) siswa Jurusan Teknik Audio Video SMK Negeri Bansari, mengatakan alat ini dinamai automatic washing hand, berbasis sensor ultrasonik dan pemrograman. Sehingga lebih efektif saat digunakan untuk meminimalisasi kontak fisik.

“Dengan alat ini, ketika mencuci tangan, kita tidak perlu memutar kran.  Tinggal tangan didekatkan dengan kran, air akan mengalir. Kalau mau menyudahi tinggal angkat tangan, jadi mengurangi menyentuh barang untuk menghindari Covid-19,” ujarnya, seperti dirilis Jatengprov.go.id Selasa (3/11).

Cara kerja alat ini, sensor secara otomatis akan membaca jarak tangan, kemudian diteruskan sinyal ke relay. Setelah relay aktif baru mengirim sinyal ke selonoid, yang kemudian membuka kran, sehingga air mengalir.

Siswi lainnya, Sherly Ananda Putri (17), menyebut alat ini dibuat dalam waktu tiga bulan. Ide pembuatan alat sejak munculnya wabah Covid-19, dengan adanya imbauan wajib melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya mencuci tangan.

Maka para siswa bersama guru melakukan diskusi, sehingga tercetus ide membuat kran yang bisa tempatkan di mana saja, namun penggunannya tidak perlu menyentuh kran supaya lebih aman.

Dilva (17) salah satu anggota tim menuturkan, alat ini sudah dicoba dalam waktu satu bulan terakhir, baik di dalam maupun di luar ruangan dan tidak ada masalah.

Meski proses pembuatannya perlu trial and error, namun cukup memuaskan, karena kini telah berfungsi dengan baik, meski harus terus disempurnakan.

“Proses pembuatannya kita juga cari referensi dari banyak buku, lalu cari di internet dan tentunya di bawah bimbingan para guru, yaitu Pak Adin, Pak Hari. Bahan untuk membuatnya juga tidak sulit, kita cari di wilayah Temanggung saja, artinya tidak sampai yang harus impor alat,” katanya.

Kepala SMK Negeri 1 Bansari Suharna mengatakan, implementasi teknologi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Inovasi ini merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai penerapan adaptasi kebiasaan baru dimasyarakat, setelah muncul pandemi global ini.

“Ini kreasi siswa untuk melakukan inovasi yang dibimbing para guru. Sementara masih diproduksi untuk lingkungan sekolah, tetapi siap juga untuk diproduksi massal,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.