Bermaterikan 100 Persen Pemain Muda Jateng, BJL 2000 Mantap Tatap PFL 2019-2020

Para pemain, ofisial, dan manajamen BJL 2000 foto bersama pimpinan Top Cool dalam peluncuran jersey tim di Cafe Panen Kopi & Friends di Jalan Puri Anjasmoro M2 nomor 1 Semarang, Rabu malam (4/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Beerbekal materi 100 persen pemain muda asli Jawa Tengah, klub futsal asal Semarang, Bajak Laut 2000 (BJL 2000) siap mengarungi Pro Futsal League (PFL) 2019-2020.

Meski dalam regulasi Pro Futsal League (PFL) 2019-2020 setiap tim diperbolehkan menggunakan dua pemain asing, namun kebijakan itu tak diambil BJL 2000. Harapannya, tim tersebut bisa mencetak pemain muda berbakat yang ke depannya bisa memperkuat tim nasional futsal Indonesia.

- Advertisement -

“Kami memang ingin melahirkan pemain bintang dari bibit-bibit atlet di Jawa Tengah, khususnya Semarang. Maka kami mantap menggunakan pemain asal Jawa Tengah untuk berkompetisi di level tertinggi liga futsal Indonesia ini,” kata Pemilik BJL 2000, Suyatno saat peluncuran tim dan jersey tim di Cafe Panen Kopi & Friends di Jalan Puri Anjasmoro M2 nomor 1 Semarang, Rabu malam (4/12/2019).

BJL 2000 sendiri akan menjadi tuan rumah Seri I PFL 2019-2020 di Kabupaten Blora pada 7-8 Desember mendatang. Skuad Bajak Laut, julukan BJL 2000, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk mengarungi kompetisi ini. BJL 2000 juga berkomitmen untuk menggunakan 100 persen pemain dari Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.

Meski bermaterikan 100 persen pemain lokal Jawa Tengah, Suyatno optimistis dengan kemampuan skuadnya pada kompetisi nanti. Suyatno tetap ingin mempertahankan tradisi sebagai tim pencetak pemain bintang di ajang kompetisi futsal tertinggi di Indonesia tersebut.

“Anggapan sebagai tim underdog tidak masalah bagi kami. Kami sangat tahu diri sebagai tim promosi di PFL tahun ini. Ini justru menjadi tambahan motivasi para pemain dan manajemen untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu bersaing,” tambah Suyatno.

Sementara Direktur Top Cool, Ng Sinsin berharap, BJL 2000 mampu berprestasi di ajang PFL 2019-2020 ini. Top Cool sendiri merupakan salah satu sponsor yang ikut mensupport BJL 2000 di kompetisi tahun ini.
Top Cool yang bergerak di bidang vulkanisir ban, juga ingin berkontribusi terhadap dunia olahraga di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Kami melihat BJL 2000 sangat prospektif. Top Cool juga merasa terhormat bisa menjadi partner di kompetisi futsal nasional. Harapannya tentu BJL 2000 bisa melangkah jauh di PFL 2020,” kata Sinsin, mantan atlet bola basket Kota Semarang tersebut.

Dalam peluncuran jersey tim, BJL 2000 meperkenalkan tiga kaus yang akan dipakai dalam PFL 2019-2020. Klub yang didirikan pada 2008 ini menggandeng Nine Apparel selama semusim kompetisi.

Nine Apparel menyiapkan tiga jersey bagi BJL 2000 selama mengarungi liga futsal kasta tertinggi di Indonesia. Tiga jersey tersebut berwarna biru, kuning, dan hitam.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.