in ,

Berkoalisi di Gelaran Pilwalkot Semarang, Golkar dan PKS Siap Rangkul Partai Lain

Apacara silaturahmi antara jajaran DPD PKS Kota Semarang dengan Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kantor DPD PKS Kota Semarang di Jalan Pusponjolo, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan DPD Partai Golongan Karya (Golkar), menyatakan telah sepakat berkoalisi digelaran Pilwakot Semarang 2024 pada 27 November mendatang.

Dengan bergabungnya kedua partai ini, mereka sudah bisa mengusung calon wali kota (Cawali) dan calon wakil wali kota (Cawawali), karena PKS saat ini memiliki enam kursi dan dan Golkar ada empat kursi. Sehingga memenuhi syarat dengan kuota minimal yakni 20 persen kursi di DPRD Kota Semarang.

“Kita sudah satu pandangan, sehingga sepakat menjalin koalisi di Pilwalkot Semarang,” jelas Ketua DPD PKS Kota Semarang, Suharsono, Jumat (7/6/2024).

Suharsono menjelaskan, meskipun sudah bisa mengusung calon sendiri, pihaknya tetap membuka koalisi dengan partai lainnya, seperti PDI-P, Demokrat, Gerindra, PSI, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk membentuk koalisi besar.

“Kita juga ajak beberapa partai untuk gabung, harapannya bisa jadi koalisi besar,” katanya.

Pria yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang ini menyatakan, partainya memang tidak membuka pendaftaran atau penjaringan. Melainkan mengundang calon untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan pengurus partai.

“Kita sistemnya ngundang calon yang berkomunikasi dengan partai, seperti Mbak Ita (petahana, red) beberapa waktu lalu,” paparnya.

Berbeda dengan Golkar, partai berlambang pohon beringin ini membuka pendaftaran calon sesuai mekanisme yang diminta oleh DPP.

“Mekanisme partai Golkar seperti itu, beda lagi kalau nanti PKS dan Golkar membuka pendaftaran bersama-sama,” katanya.

PKS kata dia, juga berkomunikasi dengan Golkar, sehingga calon yang dianggap potensial bisa berkomunikasi ke Golkar. Begitu pula sebaliknya.

“Misal yang sudah kita undang, kita sarankan ke Golkar, begitu pula sebaliknya,” pungkasnya.

Sementara Itu, Ketua DPD Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo menjelaskan, bahwa adanya koalisi dengan PKS, diharapkan kedua partai ini bisa menyetorkan satu nama Cawawali.

“Meskipun kita sudah koalisi dengan PKS dan bisa mencalonkan sendiri, namun kita terus komunikasi dengan partai lain. Apalagi kan politik itu dinamis,” katanya.

Sementara, Ketua DPD Partai Demokrat, Wahyu Winarto menjelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan partai lainnya guna menuju kontestasi Pilwakot Semarang.

“Kita masih dalam tahapan penjaringan, untuk penjajakan calon walikota dan wakil walikota. Sekaligus pengenalan ke partai lainnya. Semua partai kita komunikasi karena dari Partai Demokrat tidak bisa mengusung calon sendiri,” katanya.

“Yang merapat ke Demokrat ada banyak tokoh, namun tergantung keputusan dari DPP seperti apa. Kalau dari eksternal partai di antaranya ada Bu Dewi, Mas Ade, Pak Yudi Suwarso. Lalu, dari internal partai sendiri ada mas Yoyok, Mss BEP (Bambang Eko Purnomo),” pungkas Liluk, sapaan akrabnya. (HS-06)

Mulai 1 Juli Urus SIM Harus Punya BPJS Kesehatan Aktif, Punya Tunggakan Bisa Angsur Pelunasan

Mual-Muntah usai Konsomsi Makanan Katering, Puluhan Warga Jomblang Semarang Diduga Keracunan