in

Bergas Nilai Desain dan Bordiran Khas Buat Tenar Busana Muslim dari UMKM Kudus

Pj Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, ketika membuka Festival Ekraf Kudus Fashion Week 2023, di Alun-alun Simpang 7 Kudus, belum lama ini. (Foto : kuduskab.go.id)

 

HALO KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, menilai bahwa kreativitas dalam busana muslim Kabupaten Kudus, telah meraih ketenaran.

Hal itu bukan hanya karena desainnya yang dinilai baik, tetapi juga sentuhan bordiran khasnya.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, ketika membuka Festival Ekraf Kudus Fashion Week 2023, di Alun-alun Simpang 7 Kudus, belum lama ini.

Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Haul ke-3 Habib Ja’far Alkaff.

Festival ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM Kudus untuk memamerkan karya-karya yang menonjolkan kekayaan budaya lokal.

“Festival ini bukan sekadar panggung, melainkan wadah bagi pelaku UMKM Kudus untuk menampilkan kekayaan budaya lokal,” kata Bergas Catursasi Penanggungan, seperti dirilis kuduskab.go.id.

Menyadari potensi ekonomi kreatif, Bergas berharap festival ini akan menjadi pemicu bagi munculnya ide-ide segar, mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Dia berharap bahwa keberadaan Festival Ekraf Kudus Fashion Week, akan memperluas pemahaman tentang budaya dan kearifan lokal, menarik perhatian wisatawan dan pembeli dari tingkat lokal hingga internasional.

“Festival ini bukan hanya memperluas wawasan tentang kearifan lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan pembeli dari berbagai tingkatan, baik lokal maupun internasional,” sambungnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Yusi Bergas Catursasi Penanggungan, menekankan pentingnya melibatkan UMKM lokal dalam pagelaran Kudus Fashion Week sebagai ujung tombak perekonomian daerah.

Dirinya berharap penyelenggaraan Kudus Fashion Week 2023 ini dapat menjadikan Kudus sebagai pusat fashion muslim di Indonesia.

“Saya berharap Kudus bisa menjadi kiblat fashion muslim”, ungkapnya.

Founder Kudus Fashion Week, Aris Magenta, menyatakan kegembiraannya karena 80 persen dari pengusaha fashion yang berpartisipasi berusia di bawah 30 tahun.

Harapannya, tahun depan akan melibatkan lebih banyak brand lokal dan SMK Tata Busana, mendorong pertumbuhan industri fashion di Kabupaten Kudus.

“Tahun ini 2023 80% dari pengusaha fashion di bawah 30 tahun”, ucapnya.

Sebagai informasi, Festival Ekraf Kudus Fashion Week 2023 diikuti oleh 16 brand dari Kudus dan kota sekitarnya, dengan 40 stan brand yang turut memeriahkan acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut para istri Forkopimda pun turut memeriahkan acara dengan menampilkan fashion bertemakan muslim yang terkait dengan Haul Habib Ja’far yang ke-3.

Acara ini diharapkan menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan industri fashion dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus. (HS-08)

Milad ke-111 Muhammadiyah, Pj Bupati Kudus : Maju Teknologi, Maju Budi Pekerti

Manggung Bareng Ifan Seventeen, Bupati Kebumen Resmikan Moro Soetta