in

Berawal Dari Coba-coba, Pengusaha Kendal Ini Sukses Jalani Bisnis Pengolahan Bandeng

Salah satu karyawan Diah Permatasari sedang mengolah bandeng di outlet Oleh-oleh Bandeng Kendal, Senin (30/11/2020).

 

HALO KENDAL – Ikan bandeng merupakan jenis ikan yang diminati oleh banyak orang. Selain tekstur dagingnya yang lembut dan gurih, juga memiliki kandungan gizi.

Sayangnya karakter ikan bandeng yang memiliki duri banyak dan kecil membuat kesulitan untuk mengkonsumsinya. Maka berbagai upaya pengolahan pun dilakukan, di antaranya dengan dipresto atau dicabut duri.

Salah satunya dilakukan Diah Permatasari warga Desa Jambiarum, Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal yang telah membuat berbagai macam olahan ikan bandeng.

Diah yang sudah menggeluti usaha pengolahan bandeng selama belasan tahun, membuat beberapa pilihan seperti bandeng presto, bandeng cabut duri steam, bandeng krispi, abon bandeng, dam olahan lainnya.

“Sampai saat ini sudah 12 tahun saya menggeluti usaha olahan ikan bandeng. Berawal dari melimpahnya hasil panen dari para petani tambak di wilayah Kabupaten Kendal, namun hanya dijual kepada para tengkulak dari luar kota. Sehingga saya coba dan berkeinginan untuk menggali potensi, dengan membuka usaha olahan bandeng,” ujar Diah.

Setelah itu, dia kemudian membuat proposal yang ditujukan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal untuk meminta pelatihan membuat olahan bandeng cabut duri. Hasilnya proposal tersebut direspon dengan baik oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal.

“Kemudian TP PKK menggelar pelatihan terkait dengan olahan ikan bandeng cabut duri. Sehingga saya dapat membuat berbagai olahan ikan bandeng, dan memulai usaha dengan memproduksi olahan ikan bandeng cabut duri dari Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Diah merasa bersyukur, usahanya berjalan dengan lancar. Bahkan pada tahun 2011 dia mendapatkan penghargaan sebagai pemenang utama dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kemudian pada tahun 2013, Alhamdulillah meraih juara Gempita Regional Provinsi Jawa Tengah dengan kategori inovasi dan olahan, dan pemenang ketiga Gempita Nasional kategori Inovasi Olahan Tulang Bandeng yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya mengaku bayak mengikuti pameran terkait olahan ikan bandeng, salah satunya mengikuti pameran di Kota Surabaya.

“Yang mana pada waktu itu perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota diminta para ceff dari dalam dan luar negeri untuk memasak ikan bandeng,” ujarnya.

Ahasil, Diah pun mengaku mendapat pujian dari perwakilan juri.
“Saya merasa bangga, karena medapat pujian dari ceff terkenal, yang mengatakan ikan bandeng Kabupaten Kendal lebih manis dan tidak berbau tanah. Dari situlah saya mengetahui, mengapa banyak tengkulak dari kabupaten/kota lain mengutamakan membeli bandeng di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Sampai saat ini dirinya selalu konsisten untuk terus menggunakan produk lokal bandeng Kendal, yang sudah diketahui kelebihannya.

“Bandeng Kendal itu istimewa, tidak berbau tanah dan pastinya lebih manis dibandingkan dengan bandeng dari kabupaten/kota lainnya,” ungkap Diah.

Kini Diah Permatasari sudah memiliki dua toko oleh – oleh ikan bandeng, yang beralamat di Jalan Pantura Kelurahan Ketapang, dan di rest area KM 389 tol Batang-Semarang yang diberi brand “Oleh-oleh Bandeng Kendal”.

Dia mengaku, untuk omzet per minggu menghabiskan 80-100 kilogram ikan bandeng. Namun di hari-hari besar dapat mencapai 4 kwintal lebih per minggu.

“Omzet kurang lebih 100 kilogram per minggunya, tapi menjelang hari-hari besar omzet bisa melonjak menjadi 4-5 kwintal per pekan, karena banyak permintaan dan mencari oleh-oleh bandeng cabut duri. Terlebih olahan bandeng steam,” papar Diah.

Sedangkan untuk harga bandeng cabut duri, lanjutnya, harga dijual mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per bok isi dua bandeng.

Diah Permatasari menyampaikan, bagi masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya, yang ingin mencari oleh-oleh bandeng cabut duri dan lainnya bisa langsung datang ke tempat oleh-oleh Bandeng Kendal di Jalan Pantura Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal.(HS)

Share This

Pemkab Demak Berduka, Istri Bupati HM Natsir Meninggal Dunia

Terus Semangat Melayani Masyarakat dengan Penuh Dedikasi