Beradaptasi dengan Komparasi Rekan Setim

Luca Marini/dok.

 

HALO SPORT – Luca Marini, pembalap baru MotoGP, terus beradaptasi dengan motor Ducati Desmosedici GP yang akan dipakainya untuk mengarungi musim ini.

Sebagai pembalap berstatus rookie, Marini masih melihat data telemetri milik para seniornya di Ducati. Dia beradaptasi dengan komparasi rekan setimnya di VR46 Academy, Francesco Bagnaia.

Tes pramusim MotoGP 2021 pada awal Maret lalu menjadi kesempatan bagus bagi adik tiri Valentino Rossi itu. Dia menjajal motor dan mempraktikkan saran dari koleganya.

Luca menyelesaikan tes pramusim dengan menempati peringkat ke-21 dalam hasil kombinasi catatan waktu lap terbaik. Pria 23 tahun ini bertekad memperbaiki cara berkendaranya demi memaksimalkan potensi motor Desmosedici.

Menurut runner-up Moto2 2020 ini, ada kesamaan gaya berkendara di antara pembalap Ducati di MotoGP. ‘’Motor ini membutuhkan manuver khusus. Pembalap harus melakukan sesuatu untuk membuat motornya berhenti dan berbelok dengan lebih baik,’’ ujar Marini seperti dikutip dari Austosport.

Dia menegaskan setiap pembalap punya cara sendiri untuk bermanuver. Agar bisa maksimal, dia belajar dari rekan setimnya yang lebih berpengalaman.

Luca diambil Ducati bersama dua jebolan Moto2 lain, Enea Bastianini (Esponsorama Racing) dan Jorge Martin (Pramac Racing). Fokus Marini tidak tertuju kepada performa Bastianini dan Martin.

“Agar lebih cepat beradaptasi, penting untuk melihat data Jack Miller, Johann Zarco, dan Bagnaia. Gaya Jack tak mudah ditiru,” tuturnya.

Terinspirasi melihat kecepatan Miller di tikungan, Luca berusaha mencari tahu celah-celah untuk mengatasi kelemahan Ducati tersebut.

‘’Saya pikir setiap pembalap Ducati mengerem lebih dalam dan lebih keras untuk waktu lap. Namun, Jack sangat mengesankan dengan bagaimana dia bisa membelokkan motor di tengah tikungan,’’ jelasnya. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.