in

Benih hingga Labelisasi Pakan Diatur di Perda Peternakan Kabupaten Grobogan

Staf Ahli Bupati Grobogan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Moch Fachrudin, membuka Sosialisasi Perda tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. (setda.grobogan.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Pemanfaatan hewan ternak, diutamakan untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, serta ketahanan pangan, dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Moch Fachrudin, saat membuka Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Grobogan Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perda No. 5 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Grobogan, di gedung Riptaloka Setda Grobogan, baru-baru ini.

“Melalui Peraturan Daerah (Perda No. 1 Tahun 2022) tersebut, semoga dapat menjadi sarana untuk semakin mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Grobogan,” kata Staf Ahli Moch Fachrudin, seperti dirilis setda.grobogan.go.id.

Moch Fachrudin menyampaikan, Pemerintah begitu memperhatikan penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan.

Sebab kebutuhan manusia tidak terlepas dari keberadaan hewan.

Menurutnya, hewan memiliki peranan penting dalam hal penyediaan pangan dan hasil hewan lainnya.

Sehingga pemanfaatan dan pelestariannya perlu diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, serta ketahanan pangan dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya menjelaskan bahwa secara umum, Peraturan Daerah ini merupakan penyempurnaan pengaturan dari regulasi sebelumnya.

Penyempurnaan pengaturan berkaitan dengan usaha di bidang peternakan, produksi, benih, bibit dan atau atau bakalan, pelayanan inseminasi buatan, standar mutu pakan dan labelisasi pakan.

Lanjutnya, penyempurnaan pengaturan juga tentang peredaran alat dan mesin peternakan, budi daya ternak, pengawasan peredaran pemasukan atau pengeluaran ternak atau hewan kesayangan, obat keras yang digunakan untuk pengamanan penyakit hewan dan/atau pengobatan hewan sakit, produksi dan peredaran produk hewan, penjaminan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal, usaha rumah potong hewan, produksi dan/atau perdagangan daging hewan dan penyelenggaraan kesehatan hewan.

“Saya berharap saudara sekalian bisa mengikuti acara sosialisasi ini dengan baik sampai akhir dan dapat menyebarkan informasi yang diperoleh dari sosialisasi ini kepada masyarakat di lingkungan saudara sehingga semakin banyak warga masyarakat yang mengetahuinya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Grobogan Riadqa Priambodo, SH menyampaikan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah upaya menyebarluaskan informasi dan pengetahuan tentang produk hukum, baik kepada ASN maupun masyarakat umum di  Kabupaten Grobogan.

“Narasumber Sosialisasi adalah Kantor  Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan. Adapun Peserta Sosialisasi sejumlah 50 orang yang terdiri atas unsur peternak ayam, sapi, kambing, lele, burung, babi, kelinci; pets shop; inseminator swadaya;­ dan klinik hewan,” ujarnya. (HS-08)

Polrestabes Tetapkan Nurlaila Pemohon PKPU Pengusaha Semarang Sebagai DPO

Kukuhkan Komite Ekonomi Kreatif, Bupati Blora Minta Segera Dibuat Roadmap