in

Belum Genap Seminggu Terdaftar Peserta BPJS, Anggota Peradi Kendal Dapat Santunan Rp 42 Juta

Penyerahan santunan kepada ahli waris peserta BPJS anggota Peradi Kendal di Kantor Cabang BPJS di KIK, Selasa (7/9/2021).

 

HALO KENDAL – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Kendal menyalurkan Santunan Kematian kepada keluarga peserta BPJS, Almarhum Ahmad Muhlisin, anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Kendal.

Penyerahan santunan sebesar Rp 42.000.000 kepada ahli waris peserta, dilaksanakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendal di Kawasan Industri Kendal (KIK), Selasa (7/9/2021).

Ahli waris peserta BPJS warga Kelurahan Kebondalem Kendal, Lulu Innafahat (30) selaku istri almarhum Ahmad Muhlisiin merasa bersyukur atas santunan yang ia terima dari BPJS ini.

Dirinya berharap, santunan yang ia terima sebesar Rp 42 juta tersebut, bisa membantu untuk membesarkan anak-anaknya. Apalagi dirinya saat ini tengah menunggu kelahiran anaknya.

Alhamdulillah, terima kasih kepada BPJS, terima kasih Peradi dan Pak Subur yang telah membantu keluarga kami. Jujur saya kaget, tahunya cuma dapat Rp 10 juta saja, gak taunya mendapat Rp 42 juta. Insya-Allah, semoga dengan santunan ini bisa untuk membesarkan anak saya nanti,” ungkap Lulu dengan terbata.

Ketua Peradi Kendal, Subur Isnadi juga mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan kepada keluarga anggotanya. Menurutnya, ini bisa bermanfaat bagi keluarga almarhum.

Dirinya berharap, santunan bukan hanya untuk kebutuhan primer saja, tapi juga bisa untuk kebutuhan lain, misalnya modal usaha. Sehingga bermanfaat ke depannya.

“Saat ini sudah ada lima anggota Peradi Kendal yang terdaftar sebagai peserta BPJS termasuk almarhum Ahmad Muhlisin. Sedangkan 60 anggota kami lainnya sedang berproses,” kata Subur.

Bahkan Subur yang juga Ketua KONI Kendal rencananya akan mendaftarkan 400 anggota KONI di BPJS Kendal.

“Saya sudah percaya kepada BPJS dan 100 persen mempercayakan kepesertaan asuransi untuk pengurus dan anggota Peradi Kendal dan nantinya KONI Kendal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kabupaten Kendal, Suriyadi mengatakan, peserta pengguna kartu BPJS Kesehatan memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Contohnya apabila peserta BPJS meninggal dunia, maka keluarga atau ahli warisnya wajib untuk melapor atas meninggalnya peserta BPJS.

Pasalnya, apabila tidak dilaporkan ke pihak BPJS, peserta BPJS yang telah meninggal dunia, tagihan setiap bulannya akan masih tetap berjalan.

“Sesuai dengan undang-undang yang dapat mengajukan pengurusan manfaat jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan yaitu ahli waris atau pihak yang telah diberi kuasa untuk mengurusinya. Misal istri atau suaminya, jika sudah tidak memiliki pasangan, maka anaknya sebagai ahli waris dapat mengajukan klaim,” terang Suriyadi.

Dijelaskan, untuk kepesertaan almarhum Ahmad Muhlisin, baru terdaftar sebagai peserta. Bahkan yang bersangkutan belum ada seminggu.

“Ya meski belum ada satu minggu, tapi karena beliau sudah resmi terdaftar dan membayar iuran sebesar Rp 16.800, maka kepada ahli waris kita berikan santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni berhak atas santunan Rp 42 juta,” jelas Suriyadi.

Dirinya menambahkan, sejak Januari hingga Agustus 2021 ini, pihaknya sudah menyalurkan, untuk klaim kecelakaan kerja ada tujuh kasus dengan nominal sebesar Rp 785 juta.

Sedangkan untuk jaminan kematian dengan 109 kasus, nominalnya Rp 4,7 miliar. Untuk jaminan hari tua, dengan 3.412 kasus, dengan nominal Rp 39,5 miliar.

“Yang terakhir untuk jaminan pensiun dengan 1.608 kasus dengan nominal sebesar Rp 1,1 miliar. Totalnya 5.136 kasus dengan nominal sebesar Rp 46,2 miliar,” pungkas Suriyadi.(HS)

Share This

Puluhan Rumah Tanpa Izin Di Simongan Akhirnya Dibongkar Satpol PP

Merasa Tertipu, Reseller Arisan Online Di Salatiga Melapor Ke Polda Jateng