in

Belgia Buka Lockdown, Indonesia Promosikan Pakaian dan Furnitur Ramah Lingkungan

KBRI Brussel, Perwakilan Kadin Indonesia, dan Adhyata Belgium, menggelar promosi berbagai produk pakaian dan furnitur Indonesia, di bangunan bersejarah bekas Kantor Jaksa Umum, di Antwerpen Belgia. (Foto : Kemlu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pembukaan lockdown di Belgia, dimanfaatkan KBRI Brussel, Perwakilan Kadin Indonesia, dan Adhyata Belgium, untuk menggelar promosi berbagai produk pakaian (apparel) dan furnitur Indonesia, di Antwerpen, Belgia.

“Momentum dibukanya kembali Belgia setelah lockdown yang berkepanjangan akibat pandemi, langsung dimanfaatkan Indonesia dengan meluncurkan kegiatan promosi ini. Sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia di Belgia, khususnya ekspor pakaian jadi dan furnitur yang ramah lingkungan,” kata Dubes RI untuk Belgia, Andri Hadi, seperti dirilis Kemlu.go.id, Senin (21/6).

Kegiatan ini dimeriahkan oleh fashion show pakaian ramah lingkungan merek Zoe dan Wastu, yang mendaur ulang sisa-sisa kain pabrikan dan disulap menjadi pakaian sehari-hari yang trendy.

Selain Dubes RI, hadir pula Mayor Borgerhout Ms Marij Preneel, yang menyambut baik inisiatif Indonesia hadir di Borgerhout. Dia menyampaikan kegembiraannya, karena tidak hanya produk-produk Indonesia yang ramah lingkungan yang dihadirkan di Borgerhout tapi juga budaya Indonesia yang menawan.

Ketua Komite Tetap Kadin untuk Benelux, Irwan Habsjah, juga hadir secara virtual dalam kegiatan ini.

Para pelaku usaha,  tamu undangan serta para calon pembeli produk yang datang dari berbagai penjuru Belgia, memenuhi gedung bersejarah bekas Kantor Jaksa Umum di Antwerpen Belgia ini.

Promosi pakaian dan furnitur ramah lingkungan ini memanfaatkan jejaring para pelaku kreatif “Codesignhub” di Kota Antwerpen, Belgia. Mereka menjual produk-produk unik yang memiliki nilai tambah di Codesignhub Burgerhub ini. Selain produk pakaian Zoe dan Wastu, dipamerkankan juga produk-produk furnitur seperti meja dan kursi serta kerajinan tangan hasil daur ulang dari bambu.

Promosi ini dilaksanakan secara offline dengan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah setempat.  Sejak 9 Juni lalu, Belgia sudah mulai menerapkan relaksasi secara bertahap.  Restoran telah kembali dibuka dan jam malam sudah tidak diberlakukan lagi. Melakukan perjalanan baik di wilayah Eropa dan ke luar negeri (greenzone) juga telah diperbolehkan.

Memanfaatkan interaksi langsung dalam kegiatan ini, KBRI Brussel menghadirkan pula  pameran foto yang menampilkan berbagai tekstil budaya Indonesia dengan tema seirama yaitu tekstil ramah lingkungan seperti batik, ikat dan ulos.

Berbagai info terkait destinasi-destinasi eco-tourism Indonesia seperti Taman Wisata Komodo, Bromo, Borobudur, dan Danau Toba juga dihadirkan untuk mengundang tamu yang hadir berkunjung ke Indonesia.

Hadirnya makanan khas Indonesia dan tarian-tarian tradisional Indonesia menjadi penyejuk mata di musim panas dan menjadi hiburan yang dinantikan setelah sekian lama lockdown di Belgia. Promosi yang akan berlangsung selama 6 bulan ke depan ini diharapkan dapat menarik pembeli produk ramah lingkungan Indonesia dari Belgia. (HS-08)

Share This

Berlaku Mulai 22 Juni, Inilah Ketentuan Pengetatan PPKM Mikro

Pemkab Blora Akan Sederhanakan Birokrasi, Sejumlah Jabatan Dipertahankan