Belasan Warga Datangi Kantor Desa Rowosari Minta Kejelasan Tentang Tunggakan PBB

Belasan warga Dukuh Sari Baru, Desa Rowosari, Kendal mendatangi Balai Desa Rowosari untuk menanyakan kaitanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan atau SPPT PBB, Jumat (11/9/2020).

 

HALO KENDAL – Belasan warga Dukuh Sari Baru, Desa Rowosari, Kendal mendatangi Balai Desa Rowosari untuk menanyakan kaitanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan atau SPPT PBB, Jumat (11/9/2020).

Mereka mengaku, selama ini sudah membayar, namun masih muncul tagihan sejak tahun 2014. Warga baru mengetahui kalau ada tunggakan, setelah kepala dusun meninggal dunia.

Banyak yang mengaku kaget, karena selama ini sudah membayarkan pajaknya kepada Kepala Dusun, almarhum Eko Supriadi. Namun pada tahun 2020 muncul tagihan selama lima tahun, akhirnya warga minta kejelasan dari desa.

Menurut salah satu warga Dusun Sari Baru, Muzaini, dirinya mengaku ada tagihan tunggakan pajak tahunan mulai tahun 2017.

“Padahal saya sudah membayar pajak melalui Pak Kadus. Tapi setelah Pak Kadus meninggal dunia awal tahun 2019 lalu, kenapa muncul surat tagihan,” ungkapnya.

Karena warga sudah merasa membayar dengan bukti selembar SPPT, maka warga minta penjelasan pemerintah desa. Uang yang sudah dibayarkan dari warga, sudah disetorkan apa belum.

“Karena kepala Dusun Sari Baru sudah meninggal dunia, maka kami minta pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Muzaini.

Dikatakan, warga hanya minta penjelasan dari pihak desa apakah ini bisa diselesaikan atau tidak. Karena warga sudah merasa membayar pajak maka kalau di minta lagi warga tidak mau.

“Sebab warga jadi resah dengan munculnya surat tagihan tersebut. Sekalipun nilainya kecil, namun juga berfariasi tergantung luas tanah dan bangunanya,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria mengatakan, karena dirinya baru menjabat beberapa bulan, maka perlu melakukan rapat internal dengan perangkat desa.

Luqman mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut, namun dirinya tetap optimistis bahwa permasalahan ini bisa dipecahkan bersama. Sehingga apa yang dirasakan oleh warganya, dia juga ikut merasakan.

“Nanti yang merasa sudah membayar dan bisa menunjukkan bukti maka pemerintah desa yang akan menaggungnya,” jelasnya.

Lukman berharap, masyarakat tidak perlu cemas dan resah, karena semua bisa dibicarakan secara musyawarah.
“Meski saya tidak mengetahui permasalahan ini, karena baru menjabat, namun kami tetap bertanggung jawab, dan masalah ini terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Kedatangan warga ke Balai Desa Rowosari berlangsung tertib, dengan pengawalan dari polsek setempat dan warga mematuhi protokol kesehatan. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.