in

Belasan PSK Diamankan Satpol PP Semarang, Ada Yang Berusia 56 Tahun

Satpol PP Semarang saat mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam.

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam. Sebanyak 17 PSK yang ditangkap itu juga karena adanya aduan dari masyarakat.

Dalam pantauan, 17 PSK ditangkap dari Jalan Tanjung, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Dan Kawasan Tanggul Indah. Pada saat diamankan, juga sempat diwarnai isak tangis dan juga ditemukan ada satu PSK sedang berhubungan intim dengan seorang pria di Kawasan Tanggul Indah (TI) Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penangkapan dilakukan karena pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait maraknya prostitusi pinggir Jalan. Hal itu terpaksa ia lakukan lantaran bisa mencoreng nama baik Kota Semarang. “Mereka yang berada di pinggir jalan ini bikin malu Kota Semarang,” ujarnya usai kegiatan.

Ia menuturkan, para PSK yang diamankan ini tidak hanya dari penduduk asli Kota Semarang. Namun ada beberapa PSK yang berasal dari tiga daerah berbeda di Jawa Tengah.

“PSK ini tidak boleh menjamur. Tidak hanya dari laporan masyarakat, kita pasti akan tindak sendiri juga,” jelasnya.

Ia menuturkan PSK termuda dalam penangkapan kali ini berusia 24 tahun dan yang tertua berumur 56 tahun. Nantinya, belasan wanita ini setelah diamankan akan didata di kantor Satpol PP kemudian akan dikirim ke Solo untuk direhabilitasi.

“Nanti semuanya PSK dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial di Solo. Di sana mereka akan dibina biar jera,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang PSK bernama Arum (24) mengaku terpaksa jadi PSK lantaran masalah keluarga. Ia yang biasa mangkal di Jalan Muradi ini mengaku bekerja dari pukul 20.00 WIB hingga 01.00 WIB dan bisa melayani empat tamu pria hidung belang.

“Ya gimana lagi orang tua saya cerai. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saya jadi PSK. Pasang tarif Rp 150 ribu sudah termasuk hotel,” imbuh wanita asal Kabupaten Temanggung ini.(HS)

Membeli Minyak Goreng Harus Akses PeduliLindungi, Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Persulit Rakyat

Dapat 700 Dosis, Dispertan Kendal Langsung Lakukan Vaksinasi PMK