Bekerja Sama Dengan Perhutani, Desa Sidomakmur Siap Merintis Agrowisata di Kendal

Lahan milik Perhutani yang akan dijadikan agrowisata di Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

 

HALO KENDAL – Menempati lahan seluas 10 hektare milik Perum Perhutani KPH Kendal Jawa Tengah, BUMD Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, sejak tahun 2018 telah merintis wana wisata taman buah edukasi, sebagai daerah tujuan agrowisata.

Kepala Desa Sidomakmur, Bambang Sukaryono mengatakan, bahwa pembangunan wana wisata taman buah edukasi adalah wujud kerja sama antara Pemerintah Desa Sidomakmur, dengan LMDH Mekar jaya Sidomakmur dan perum Perhutani KPH Kendal.

“Kawasan wana wisata kami persiapkan di lahan seluas 10 hektare milik Perhutani, namun yang sudah kita kelola baru 4 hektare dan sudah kami tanami dengan berbagai tanaman buah seperti alpukat, mangga, jambu, durian, kelengkeng, pepaya, kedondong dan lain-lain,” terang Bambang, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, fasilitas pendukung seperti rumah pohon, arena bermain anak, dan bumi perkemahan saat ini juga tengah dipersiapkan.

Bambang berharap, bahwa wana wisata ini bisa berkembang dengan baik, karena akan berimbas pada roda ekonomi warga Desa Sidomakmur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini bisa terwujud jika apa yang sudah kami lakukan mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, perum Perhutani, atau pihak yang peduli terhadap lingkungan,” harapnya.

Dikatakan oleh Bambang, dari seluruh tanaman buah yang sudah ditanam, hampir 50 persen tanaman tersebut sudah berbuah. “Alhamdulillah dari semua tanaman, separohnya sudah mulai berbuah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Agrowisata memiliki beragam variasi, seperti labirin jagung, wisata petik buah, memberi makan hewan ternak, hingga restoran di atas laut. Agrowisata merupakan salah satu potensi dalam pengembangan industri wisata di seluruh dunia.

Namun di Indonesia, daya tarik wisata sebagian besar masih berupa wisata bahari dan wisata budaya, sedangkan wisata berbasis perkebunan masih belum berkembang pesat karena kepemilikannya masih belum banyak.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.