in

Bejat, Pria Asal Magelang Perkosa Penyandang Disabilitas Hingga Hamil 6 Bulan 

Ungkap kasus pemerkosaan yang dilakukan RR terhadap penyandang disabilitas di Mapolres Magelang, Rabu (16/2/2022). 

HALO SEMARANG – Aksi bejat dilakukan oleh RR seorang tukang kredit di Magelang yang tega memperkosa AR (25) wanita penyandang disabilitas.

Kejadian tak terpuji tersebut bahkan sudah terjadi sejak 2020. Kapolres Magelang, AKBP Mochamad Sajarod Zakun menerangkan, mula kejadian terjadi pada Januari 2020, saat korban AR diminta ibunya untuk menjemput istri tersangka yang bekerja di usaha milik ibu korban.

Sesampainya di rumah tersangka, ternyata istri tersangka sudah berangkat (tidak dirumah) dan korban bertemu dengan tersangka. Pria 58 tahun itu langsung menarik korban ke dalam kamar dan memerkosa korban sambil membekap mulut korban dan mengancam akan memukul kalau tidak mau melayani.

“Kejadian ini kembali dilakukan tersangka pada korban sebanyak empat kali pada Januari, April, Juni, Agustus tahun 2020 dan dilakukan di rumah tersangka di Desa Gulon Kecataman Salam, Magelang,” ujar AKBP Sajarod, Rabu (16/2/2022).

Menurutnya, aksi ini dilakukan tersangka saat kondisi rumah sepi atau saat korban bermain di dekat rumah tersangka. Setelah melakukan aksi asusila, korban diperintah tersangka untuk tidak memberitahukan kejadiannya kepada siapapun  AR yang menderita disabilitas mental hanya bisa menurut.

Kejadian ini diketahui ibu korban yang curiga karena perut AR membesar dan saat diperiksa ke Puskesmas diketahui bahwa korban tengah hamil 6 bulan. Saat ditanya siapa yang menghamili korban langsung menjawab. Sang ibu yang marah kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Magelang.

“Karena korban ini menderita disabilitas jadi dimanfaatkan oleh tersangka, sebab korban tidak tahu perbuatan itu pantas atau tidak,” ungkap Kapolres.

Mendapat laporan tersebut penyidik PPA Polres Magelang melakukan penyelidikan berupa pemeriksaan terhadap korban didampingi pendamping disabilitas dan psikolog, pemeriksaan saksi dan tes DNA.

“Tersangka kini diancam dengan pasal 285 KUHP atau pasal 286 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun,” imbuhnya. (HS-06)

Kendal Jadi Pilot Project Terbentuknya Satgas Anti Narkoba Pondok Pesantren

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Pun Ikut Beri Selamat ke Pratama Arhan