Bejat, Gauli Anak Kandungnya, Warga Patebon Ditangkap Polisi

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat konferensi pers dengan tersangka pencabulan anak kandung, EK (43) di halaman Mapolres Kendal, Rabu (31/12/2020).

 

HALO KENDAL – Seorang ayah di Kecamatan Patebon, EK (43), ditangkap polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya sendiri, SNF.

Pelaku mencabuli anak kandungnya dengan bujuk rayu akan memberikan hadiah, bahkan juga mengancam akan membunuh korban jika tak mau melayani nafsu bejatnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, dalam Konferensi Pers Ungkap Kasus di halaman Mapores Kendal, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, awal kejadian sekitar tanggal 12 April 2015, pukul 11.00 WIB di rumah pelaku. Waktu itu korban SNF sedang tidur siang di kamar rumah tersangka.

“Kemudian tersangka masuk ke kamar korban dengan hanya memakai celana kolor. Kemudian tersangka tiduran di samping korban. Selanjutnya tersangka membangunkan dan merayu korban untuk melayani nafsu bejatnya dengan iming-iming akan dibelikan HP,” terang Kapolres.

Korban mengaku, saat itu dia diam. Namun tersangka menyuruh korban melepas bajunya dan tersangka membuka seluruh pakaian korban.

“Merasa gelagat tidak baik, kemudian korban lari keluar kamar menuju ruang keluarga dan dikejar tersangka. Tersangka kemudian menarik dan menampar pipi korban. Setelah itu korban kembali memaksa korban untuk melayani nafsu bejat tersangka. Tersangka juga sempat mengancam akan membunuh korban, apabila memberitahukan perbuatannya kepada orang lain,” ungkap AKBP Raphael Sandhy.

“Kejadian berikutnya, sebelum anak tersangka genap berusia 18 tahun, pada Sabtu tanggal 23 November 2019, pada pukul 20.30 WIB, pelaku kembali menyetubuhi korban di sebuah rumah kosong di Desa Cepiring Tegal, Kecamatan Cepiring. Pelaku mengajak korban keluar rumah dengan disertai ancaman. Pelaku pun sempat berpamitan dengan istri yang juga ibu kandung korban SNF, dengan dalih akan mengantar korban fotocopy tugas-tugas sekolah,” imbuh AKBP Raphael Sandhy.

Kapolres menjelaskan, kasus pencabulan anak kandung itu terungkap, setelah korban mengadu ke ibu kandungnya. Dia mengaku sudah tidak tahan dicabuli berulang kali oleh ayahnya.

“Korban mengaku takut pada ayahnya karena sudah melecehkannya. Dia sudah tidak tahan dengan perbuatan ayah kandungnya yang sudah mencabulinya berkali-kali. Akhirnya keluarga korban melaporkan kejadiannya kepada polisi,” imbuh AKPB Raphael Sandhy.

Barang bukti yang diamankan, yakni kaos, jilbab, celana dan pakaian dalam milik korban, juga sprei.

Atas perbuatannya, lanjut Kapolres, tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1, 2, 3 dan atau pasal 82 Ayat 1 dan 2 Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tetang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tukas AKBP Raphael Sandhy.

Sementara itu, tersangka EK (43) saat ditanya wartawan mengaku melakukan perbuatannya dengan alasan istrinya sakit jadi tidak bisa melayani hasratnya.

“Istri saya sakit jantung, saya kesepian dan saya melakukannya dengan anak saya sendiri. Saya menyesal,” ungkap tersangka dengan raut penyesalan.

Selain kasus pencabulan terhadap anak kandung, Kapolres Kendal yang didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel dan jajaran, juga menggelar perkara kasus ilegal loging di Kecamatan Singorojo, kasus pencurian dengan pemberatan di Kecamatan Patean, kasus penggelapan mobil dan kasus penganiayaan di Kecamatan Kaliwungu. Total ada 7 tersangka yang diamankan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.