in

Begini Kisah Ridho Hadfizar Armadhani, Anggota Paskibraka Kebanggaan Lampung Tengah

Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “Cerita Pengibar Bendera” pada Jumat (20/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Menyaksikan sang kakak menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada tahun 2010, menjadi awal semangat Ridho Hadfizar Armadhani memiliki motivasi meneruskan jejak sang kakak.

Menjadi Paskibraka adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi Ridho dan keluarganya, karena bisa tampil di ajang skala nasional. Lebih membanggakan lagi seremoni upacaranya dipimpin langsung oleh orang nomor 1 di Indonesia.

Secara umum menjadi seorang Paskibraka, merupakan suatu hal yang sangat istimewa bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Karena, dapat membawa nama keluarga menajadi lebih baik di mata orang-orang sekitar tempat tinggalnya, bahkan seluruh kabupaten.

“Saya melihat itu hal yang sangat luar biasa. Di keluarga pun sangat menjadi kebanggaan dan dari situ saya menjadi Paskibraka juga,” kata Ridho saat Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “Cerita Pengibar Bendera” pada Jumat (20/8/2021).

Mulai dari tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Ridho telah tekun mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, khususnya baris berbaris untuk mengejar mimpinya.

Dia mengakui setiap ada waktu luang pasti dihabiskan untuk berlatih baris berbaris di berbagai tempat. Bermodalkan latihan itulah, Ridho ketika memasuki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) makin menggencarkan latihan baris berbaris. Setelah dirasa cukup, Ridho pun mulai mengikuti seleksi Paskibra yang di mulai berjenjang dari tingkat kabupaten terlebih dahulu saat itu.

Berhasil melewati seleksi tingkat kabupaten, hingga pada akhirnya lolos dalam nominasi Paskibraka tingkat nasional pada 2021.

“Dari SMP sudah mengikuti Paskibra. Pada tingkatan SMA seleksi di tingkat kabupaten lolos, naik ke tingkat provinsi, dan akhirnya nasional,” tuturnya.

Kebahagian atas lolosnya Ridho, membuat keluarganya kini merasa bangkit dari kondisi kehilangan anggota keluarga berpulang ke Rahmatullah.

“Sebelumnya ada duka di keluarga saya. Ada yang meninggal dunia tahun ini. Dengan saya menjadi Paskibraka, menjadi hal yang membangkitkan semangat keluarga,” katanya,

Menjadi seorang Paskibraka diakuinya tidak mudah. Harus mempersiapkan mental yang tangguh dalam mengikuti setiap seleksi dari mulai tingkat awal, kondisi fisik yang baik, kemampuan jasmani yang mumpuni, nilai yang baik, dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Diketahui, Ridho tergabung dalam Tim Indonesia Tangguh, nama yang disematkan kepada pasukan yang bertugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Selasa (17/8/2021).

Anggotanya terdiri dari Ardelia Muthia Zahwa yang merupakan perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo, dan Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat.(HS)

Share This

Dua Desa Di Kendal Lolos Seleksi Anugerah Desa Wisata Indonesia

Berprestasi, Puluhan Dosen dan Karyawan USM Raih Penghargaan