Begini Cara Kota Semarang Tanggulangi Masalah Banjir Tahunan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin beserta jajaran pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana saat meninjau rumah pompa di Kali Tenggang, Kamis (2/1/2020).

 

HALO SEMARANG – Penijauan sejumlah sistem rumah pompa dan drainase dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/1/2020). Peninjauan dilakukan bergiliran secara langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin, dilanjutkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan tersebut selain jajaran Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terlihat turut serta juga sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

- Advertisement -

Dalam tinjauannya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, jika semua rumah pompa di Kota Semarang sudah diupayakan untuk bisa berfungsi secara maksimal. Namun hanya saja dalam kunjungannya saat itu ada dua dari tiga pompa di Kali Sringin, Kota Semarang yang sedang dalam perbaikan. Hal itu dikarenakan pompa mengalami kerusakan setelah tersumbat sampah yang terbawa oleh aliran air.

“Saya minta secepatnya, dan petugas harus standby. Saya meminta masyarakat ikut membantu untuk membersihkan saluran air. Jangan buang sampah ke sungai. Itu hukumnya wajib,” tegas Ganjar Pranowo usai meninjau Rumah Pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin.

Di sisi lain Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebelumnya juga meninjau Rumah Pompa Kali Tenggang dan memastikan jika enam pompa di tempat tersebut berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, truk penyedot air portable juga disiapkan sebagai antisipasi genangan yang mungkin terjadi di Jalan Kaligawe.

Secara menyeluruh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyebutkan, jika di Kota Semarang total telah disiagakan sekitar 49 Rumah Pompa.

“Yang menjadi tanggung jawab penuh Pemkot Semarang di bawah Dinas PU yaitu 43 rumah pompa, ditambah ada 3 yang baru juga. Dan yang milik BBWS Pemali Juwana sendiri ada 3. Sehingga jika ditotal semuanya ada 49 Rumah Pompa siaga,” terang Hendi.

Sementara, Kepala BBWS Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyatno menerangkan, secara tekhnis, bahwa cara antisipasi datangnya air tiba-tiba di Kota Semarang adalah dengan menurunkan elevasi atau ketinggian air yang ada di penampungan air. Seperti di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Sringin, elevasi diturunkan menjadi minus 0,02 meter dari permukaan normal. Artinya, meskipun tidak hujan, pompa akan terus dinyalakan hingga elevasi mencapai titik tersebut.

“Sekarang ini, kami turunkan elevasinya menjadi -0,02 untuk cadangan sewaktu-waktu ada air dadakan. Sehingga, kami masih punya waktu untuk pompa dan diarahkan ke laut,” jelas Ruhban.

“Secara umum banjir sudah diantisipasi. Jika ada banjir karena hujan besar, kami pompa, jika banjir karena rob, ada tanggul. Sistemnya seperti itu,” imbuhnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.