in

Bedhol Kedhaton dan Jagong Budaya, Warnai Prosesi Hari Jadi Wonosobo

Acara Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, yang merupakan prosesi wajib dalam memperingati HUT Ke-197 Wonosobo. (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengajak masyarakat setempat, untuk berperilaku yang berbudaya dan bermanfaat bagi sesama, demi membangun Wonosobo.

Hal itu sekaligus untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur hasil perjuangan Ki Ageng Wanasaba, yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Wonosobo.

Ajakan itu disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, ketika mengikuti acara Bedhol Kedhaton, di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto.

Prosesi wajib dalam memperingati HUT Ke-197 Wonosobo ini, dihadiri pula oleh Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

”Mari kita bersama meneruskan nilai perjuangan leluhur Wonosobo yang telah tiada, terus berperilaku baik dan gunakan jatah usia kita termasuk untuk Wonosobo,” kata bupati, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Lebih lanjut dia mengatakan, seni budaya sebagai karakter diri bangsa, perlu dijaga kelestarian dan keanekaragamannya, supaya  tidak punah. Dengan menjaga kelestariannya, berarti telah menjunjung harkat dan martabat bangsa.

Selain itu, Afif mengingatkan, momentum HUT Ke-197 Kabupaten Wonosobo, menjadi pengingat bersama, untuk terus maju bergotong royong mewujudkan  pembangunan daerah menuju masyarakat yang sejahtera.

“Melalui potensi ragam kesenian yang ada di Plobangan, saya harap masyarakatnya semakin makmur dan sentosa,” harap Afif.

Sementara itu dalam pelaksaan tradisi tersebut, prosesi dimulai dari pengambilan air di Tirto Perwitosari, ziarah ke Makam Ki Ageng Wanasaba, dan Jagong Budaya di Desa Plobangan Kecamatan Selomerto.

Pengambilan mata air dari Tuk Sampang, di Desa Plobangan, dilakukan oleh sesepuh desa. Air tersebut kemudian dikirab dengan berjalan kaki, untuk diserahkan kepada Bupati Wonosobo pada malam harinya.

Dalam kegiatan ziarah di Makam Ki Ageng Wanasaba, Kepala SMPN 1 Selomerto, Teguh Imam Prabowo, menjelaskan Ki Ageng Wanasaba merupakan tokoh berpengaruh di Wonosobo.

Semasa hidupnya, Ki Ageng Wanasaba yang memiliki nama asli Kyai Ageng Ngabdullah dan merupakan kakak kandung Nyai Ageng Ngerang pertama itu, dikenal sebagai pemimpin yang hebat dan berkharisma.

Masyarakat juga meyakini bahwa Ki Ageng Wanasaba merupakan waliyullah, yang telah melanglang buana ke berbagai tempat, dalam rangka mencari ilmu, sekaligus menyiarkan agama Islam.

Dia juga merupakan cucu dari Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit dan merupakan putra Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng.

“Ki Ageng Wanasaba itu Putera Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng. Beliau menjadi tokoh berpengaruh dalam cikal bakal berdirinya Kabupaten Wonosobo,” kata dia.

Ziarah di Makam Ki Ageng Wanasaba, bertujuan untuk menghormati jasa para leluhur Wonosobo terdahulu. Dengan rangkaian, doa dan tabur bunga oleh Jajaran Forkompimda.

Bedhal Kedhaton dan Jagong Budaya juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan kesenian seperti Tari Gambyong Lengger, Tari Sulasih dan Jangkrik Genggong, Angguk, dan Karawitan. Juga acara donor darah yang diikuti Bupati dan Wakil Bupati.

Kepala Desa Plobangan, Rusmanto mengapresiasi Pemkab Wonosobo yang telah menyukseskan kegiatan di Plobangan.

Diharapkan, ke depan ada peningkatan fasilitas sarana dan prasarana utamanya di Makam Ki Ageng Wanasaba sebagai wisata religi. Yang berdampak meningkatnya sendi-sendi ekonomi pelaku UMKM yang makin tumbuh dan berkembang.

“Terima kasih kepada Pemkab Wonosobo yang turut menyukseskan acara Bedhal Kedhaton dan Jagong Budaya ini, saya harap Pemkab lebih membantu menfasilitasi sarana dan prasarana pada wisata religi yang kami miliki serta nasib pelaku UMKM di Plobangan,” tandas Rusmanto.

Senada dengan Rusmanto, Warga Plobangan Suwarno menyampaikan, fasilitas di Makam Ki Ageng Wanasaba belum memiliki sarana ibadah yang memadai. Sebab, peziarah yang datang ke makam itu, dari waktu ke waktu semakin banyak sehingga kenyamanan juga penting untuk diperhatikan. (HS-08)

500 Pemanah Jawa-Bali Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan HUT Klaten

Kadin Kendal Gelar Bincang Bisnis, Kisah Sukses Pengusaha dan Pimpinan Muda sebuah Bank