in

Beda Pendapat Perang Soal Rusia-Ukraina, Para Menkeu G20 Gagal Capai Komunike Bersama

High Level Breakfast Discussion on Climate Mitigation, sebagai bagian dari rangkaian pertemuan The Third Series of G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG), 11-17 Juli 2022 di Bali. (Foto : kemenkau.go.id)

 

HALO SEMARANG – Para peserta pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20, di Bali, gagal mengeluarkan joint communique atau komunike bersama, setelah terjadi beda pendapat serius, dalam diskusi terkait perang Rusia-Ukraina.

Sebagai ganti komunike bersama yang gagal dilakukan, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati yang memimpin forum, menyatakan akan ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan Kanada, Chrystia Freeland dan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, merupakan dua dari sejumlah pihak, yang dengan gencar menuding Rusia, bertanggung jawab atas munculnya masalah ekonomi global, sebagai dampak perang Rusia-Ukraina.

Menteri Keuangan Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan partisipasi Rusia dalam pertemuan para menteri keuangan G20 yang dibayangi invasi ke Ukraina tidak masuk akal.

Selama dua hari pembicaraan dalam pertemuan yang digelar di Bali, para menteri keuangan dan bank sentral mencari solusi, untuk mengatasi krisis pangan dan energi.

Freeland mengatakan, pemerintahnya memprotes pertemuan itu. Mereka bahkan tidak ingin Rusia berada di forum G20.

“Kehadiran Rusia dalam pertemuan ini seperti mengundang pelaku pembakaran ke pertemuan petugas pemadam kebakaran,” katanya, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Menurut Freeland, Rusia secara langsung dan satu-satunya bertanggung jawab atas invasi ilegal ke Ukraina.

“Itu karena Rusia secara langsung dan satu-satunya bertanggung jawab atas invasi ilegal ke Ukraina, dan konsekuensi ekonominya, yang dirasakan oleh kita semua,” kata Freeland.

Freeland berpendapat, teknokrat Rusia yang bekerja untuk mendanai perang yang diluncurkan oleh Presiden Vladimir Putin, sama terlibat dalam kejahatan perang seperti halnya para jenderal di lapangan yang menyerang Ukraina.

Freeland juga membela keputusan Kanada, untuk mengizinkan kembalinya turbin ke Jerman, yang diperbaiki di Kanada, untuk digunakan dalam pipa Nord Stream 1, yang mengirimkan gas Rusia ke Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras keputusan ini.

“Tantangan energi yang dihadapi Jerman dan banyak mitra Eropa kami sangat nyata. Dan Kanada mengakui itu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, mengutuk delegasi Rusia habis-habisan, karena tetap mendukung Presiden Vladimir Putin, meski telah melancarkan invasi ke Ukraina dan membuat perekonomian global memburuk.

Yellen mendesak Rusia bertanggung jawab atas “konsekuensi mengerikan” dari perang yang dimulai oleh Putin tersebut. Kecaman itu ia utarakan saat berbicara dalam sesi pembukaan pertemuan menkeu dan gubernur bank sentral negara G20 di Bali, Kamis (15/7/2022).

Dalam pertemuan itu, delegasi Rusia dipimpin Wakil Menteri Keuangan Rusia, Timur Igorevich Maksimov. Sementara itu, Menkeu Rusia, Anton Siluanov berpartisipasi dalam rapat secara virtual saat Yellen berbicara.

Negara Barat, terutama AS, sebelumnya terus mendesak, agar Rusia dilarang ikut pertemuan G20 tahun ini di Indonesia, sebagai penolakan keras atas invasinya ke Ukraina pada Februari lalu.

Namun, Indonesia sebagai Presiden G20 tahun ini menegaskan tetap bersikap netral dan mengundang seluruh anggota termasuk Rusia. (HS-08)

Menag Harap Kuota Haji Indonesia Naik di 2023, Arab Saudi Buka Umrah

Polri Tegaskan Gunakan Pembuktian Ilmiah Ungkap Bukti Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo