Beberapa Warga Semarang jadi Terduga Teroris, Masyarakat Diminta Tetap Tenang 

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

HALO SEMARANG – Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir menyusul ditangkapnya beberapa terduga teroris di wilayah Jawa Tengah.

Termasuk penangkapan baru-baru ini di Lempongsari, Semarang.

“Bisa saja nanti juga bertambah penangkapannya, tapi masyarakat tak usah khawatir,” katanya, Senin (20/5/2019).

- Advertisement -

Abiyoso juga menyebut jika penangkapan beberapa terduga teroris mengarah pada isu penunggangnya momen pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

Selain TT, kali ini AS (43) menyusul ditangkap tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Gresik Jawa Timur, Sabtu (18/5/2019), yang memiliki identitas warga Semarang. Dia mempunyai rumah di Jalan Kruing Barat Dalam Nomor 39 RT 3 RW 3 Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.

Dari pantauan, Minggu (19/5/2019) sore rumah AS yang ada di komplek perumahan paling awal di Semarang itu, rumah bercat hijau bernomor 39 tampak sepi. Meski ada beberapa jemuran di depan rumah, tapi penghuni rumah tidak ditemui.

Informasi yang didapat, AS beserta istri dan ketiga anaknya telah berpindah-pindah tempat tinggal sejak tiga tahun lalu. Rumah tersebut saat ini dikontrakkan.

Di tuturkan Satijo Mashudi (77), yang rumahnya bersebelahan dengan AS, rumah tersebut milik mertua AS, namun karena pindah tempat kerja ke Lamongan dan Gresik akhirnya dikontrakan. Satijo mengaku kaget mendengar informasi penangkapan AS.

“Yang kasih tahu anak saya katanya ditangkap, saya kaget dia orang baik. Sama warga juga guyub, tidak ada hal macam-macam,” kata Satijo, Minggu (19/5/2019).

Saat masih tinggal di situ, menurutnya juga tak ada hal-hal yang mencurigakan baik itu teman maupun perkumpulan. AS juga aktif di kegiatan warga.

Hanya saja, setelah berita penangkapan pada Sabtu (19/5/2019), dia dan beberapa warga sempat mendapati ada tiga orang tak dikenal mondar-mandir di depan rumah AS dan jalan perumahan tersebut.

“Iya ada tiga orang tak dikenal mondar-mandir, karena mencurigakan warga lapor ke RT. Tapi setelah itu sudah tidak kelihatan,” ujarnya.

Ketua RW 3 Kelurahan Srondol Wetan, Agus Sutoro membenarkan jika AS sebagai warganya. Rumahnya dikontrakan namun tidak mengenal dekat penghuni sekarang.

“KTP-nya masih sini. Orang tersebut sudah pindah sejak tiga tahun yang lalu. Sebelumnya tinggal di sini. Rumahnya dikontrakkan,” kata Agus Sutoro, Minggu (19/5/2019).

Pihaknya mengetahui ihwal penangkapan AS dari Ketua RT 1 yang memiliki saudara di kepolisian dan mengabarkan AS ditangkap di Gresik dugaan terkait kasus terorisme.

“Dapat kabar dia diamankan dari salah satu ketua RT di lingkungan sini. Tapi warga sini belum banyak yang tahu kabar penangkapan,” kata Agus yang rumahnya berhadapan dengan AS.

Sebelumnya, AS diamankan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sebuah perumahan di Gresik Jawa Timur Sabtu (18/5/2019) pukul 04.45. Ia diamankan di depan musala lingkungan perumahannya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.