in

Beberapa Warga Kalicari Semarang Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ciri-Ciri Pelaku Sama

Pria tak dikenal saat melakukan aksi pelecehan seksual kepada S di Kampung Ciptosari RT 01 RW 08, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Pelaku begal payudara atau pelecehan seksual kembali menjadi sosok yang menakutkan dan meresahkan bagi warga khususnya Kota Semarang.

Kali ini tiga warga Medoho Raya, Kampung Ciptosari RT 01 RW 08, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang yang jadi sasarannya.

Korban berinisal S (23), R pelajar SMP kelas 3, dan Putri (19) bukan nama sebenarnya, menjadi korban pelecehan seksual yang menurut mereka peelaku mempunyai ciri-ciri yang sama.

S (23) menjadi korban begal payudara pada Rabu (23/6/2021). Dia mengaku panik lantaran ada orang yang dengan sengaja memegang payudara miliknya.
S menjelaskan, kejadian terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu dia sedang bersana anaknya yang bermain di depan rumahnya.

Tiba-tiba ada seorang pria berperut buncit tak dikenal mengendarai sepeda motor Supra 125 bernomor polisi H-5469-AJE datang ke arahnya lalu meremas dada miliknya.

“Saat itu saya sedang momong anak, terus ada pengendara yang lewat dan langsung putar balik. Saya kira mau tanya alamat atau apa gitu. Terus minggir-minggir malah kejadian itu (remas dada),” kata S kepada halosemarang.id saat ditemui.

Hal itu sontak membuat S kaget. Dia mengaku hanya bisa menangis dan trauma lantaran tak bisa berbuat apa-apa setelah kejadian pahit yang menimpanya.

“Kaget, takut dan mau teriak itu juga gak bisa. Hanya bisa nangis karena merasa takut,” ucap S.

“Pertama kali langsung cerita sama suami. Mau cerita malu tapi kalau dipendem sendiri takut,” bebernya.

Ironisnya, setelah ditelusuri pelaku tak hanya melakukan hal tak mengenakkan itu pada S. Hanya berkisar dua menit, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap R anak kelas 3 SMP di kampung tersebut dengan menunjukan kemaluanya.

Kejadian itu terjadi setelah pelaku melakukan pelecehan kepada S kemudian keluar dari kampung tersebut menuju Jalan Arteri-Soekarno Hatta.

Mengetahui ada anak yang sendirian sedang bersantai di rumahnya, pelaku kemudian memarkirkan motornya di warung Jalan Arteri Soekarno-Hatta dan kembali ke kampung tersebut.

Lalu pelaku jalan kaki sambil mengeluarkan kemaluanya dan memperlihatkanya kepada R. Tanpa merasa berdosa, kemudian pelaku pergi meninggalkan R yang saat itu dalam kondisi ketakutan dan alami trauma hingga merasa tak enak badan.

“Usai kejadian itu, R mengalami demam dan ketakutan untuk keluar rumah,” kata Krisna tetangga korban.

Saat ini dia bersama temanya sedang berusaha melakukan penelusuran dengan mengecek CCTV di beberapa tempat agar pelaku segera bisa tertangkap.
Sementara itu, korban lainya, Putri (19) bukan nama sebenarnya mengatakan, pernah mengalami hal serupa pada Oktober tahun 2020 lalu.

Saat itu dia mengira ada bapak-bapak yang sedang putar balik untuk menanyakan alamat kepadanya.

Tiba-tiba dengan sengaja ada pengendara yang memegang bagian dadanya. Hal itu sontak membuat Putri berteriak namun pelaku segera menjauh darinya.

Dia juga mengaku merasakan trauma dan hanya bisa menangis setelah kejadian itu. Karena meresahkan, akhirnya dia bersama korban lainya hendak melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

“Sebenarnya sudah agak lama dan pernah buka CCTV juga. Cuma dengan motor yang berbeda saat itu Scoopy warna coklat dan tanpa plat nomor. Tapi dengan orang yang sama dengan ciri-ciri yang sama gendut dan gak pakai masker. Mau diusut susah karena gak ada plat nomornya,” imbuhnya.

Dia berpesan kepada wanita lain di wilayahnha agar berhati-hati dalam melakukan aktivitas khususnya di luar rumah karena pelaku belum tertangkap.

Perlu diketahui, pelaku juga pernah melakukan tindakan asusila tersebut di dekat gapura gang Kalicari  3,RT 2 RW 3, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan pada Senin (7/6/2021) pukul 17.28 WIB.

Saat itu korban seorang pelajar kelas 2 SMP asal Semarang berinisal TM (14) menjadi korban pembegalan payudara.

Pelaku memiliki ciri-ciri bertubuh buncit mengenakan helm warna putih dengan mengendarai motor Supra 125 pelat H-5469-AJE.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma hingga takut untuk keluar rumah.(HS)

Share This

Bupati Minta Vaksinasi Jangkau Seluruh Masyarakat

Uji Coba Lawan PSIS, PSIS akan Gelar Live Streaming Berbayar