Beasiswa Bagi Tahfidz Al-Quran Disiapkan Baznas Kendal

Proses seleksi Tahfidz Al-Quran 2020 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal, di Masjid Agung Kendal, Rabu (22/7/2020).

 

HALO KENDAL– Para santri dari pondok pesantren yang terdapat program Tahfidz Al-quran, mengikuti seleksi Tahfidz Al-Quran 2020 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal, di Masjid Agung Kendal, Rabu (22/7/2020).

Ketua Baznas Kendal, KH Ubaidillah mengatakan, seleksi Tahfidz Al-Quran ini, diikuti para santri, baik putra maupun putri yang sedang menghapal Al-Quran. Seleksi terdapat tiga jenjang, yaitu menghapal juz 1-10, juz 1-20, dan juz 1-30.

‘’Untuk peserta umum dan tidak dibatasi usia, tetapi mereka merupakan santri dari pondok yang terdapat program penghapal atau Tahfidz Al-Quran,’’ kata KH Ubaidillah.

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi. Ini dapat dilihat dari jumlah pendaftar sebanyak 217 orang.

Setelah dilakukan verifikasi administrasi, yang dinyatakan lolos hanya 99 peserta.

“Dari 99 yang lolos tersebut, kembali dilakukan seleksi hingga menjadi 40 orang dan mereka yang akan mendapat beasiswa dari Baznas Kendal,” ungkap KH Ubaidillah.

Dijelaskan, penghapal juz 1-10 dialokasikan 20 orang, sedangkan untuk juz 1-20 sebanyak 10 orang, dan untuk  juz 1-30 dengan kuota 10 orang.

‘’Mudah-mudahan target 40 santri bisa terpenuhi, sehingga program kami dalam menyalurkan zakat terpenuhi,” harapnya.

KH Ubaidillah menambahkan, untuk tahun lalu dari target 35 beasiswa yang terpenuhi hanya ada 13 orang.
“Nantinya, masing-masing santri akan mendapat beasiswa sebesar Rp 6 juta selama satu tahun,” jelasnya.

Beasiswa tersebut, lanjut KH Ubaidillah, diberikan maksimal Rp 500 ribu tiap bulan. Pengambilan melalui Bank BRI Syariah.

“Mereka yang lolos seleksi akan dibuatkan rekening. Baznas Kendal telah menjalin kerja sama dengan BRI Syariah,’’ ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Kendal, Ali Tjasman menambahkan, kategori penilaian antara lain fasohah (kefasihan), tahfidz, tajwid, dan lain sebagainya.

Menurutnya, dalam penilaian dewan juri netral, karena berasal dari pondok yang tidak mengirimkan peserta.

“Program beasiswa ini merupakan tahun kedua. Kami juga berencana memberikan beasiswa untuk program sarjana, tetapi masih kami hitung lagi besaran beasiswanya,’’ tandas Ali Tjasman.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.