in

Bea Cukai Tanjung Emas Tindak Kasus Narkotika Dan Upaya Penyelundupan Benih Lobster Dengan Total Nilai Rp 15,85 Miliar

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas Semarang saat kegiatan pemusnahan barang tanpa cukai senilai Rp 2.2 miliar di Lapangan Voli, KPPBC TMP Tanjung Emas, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Selasa, (12/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas Semarang selain menangani kasus barang tanpa izin atau pita cukai, juga berhasil menindak penyelundupan narkotika dan benih lobster dengan total Rp 15,85 miliar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala KPPBC TMP, Anton Martin ketika kegiatan pemusnahan ribuan barang eks-kepabeanan di Lapangan Voli, KPPBC TMP Tanjung Emas, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat pada Selasa, (12/10/2021).

Anton menjelaskan, selama pandemi, pihaknya bersama Ditresnarkoba Polda Jateng dan BNNP Jateng telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat-obatan narkotika sebanyak 11 kali.

Selain itu, pihaknya juga berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar dengan menangani penyelundupan benih lobster.

“Jadi selama pandemi kita bersama Ditresnarkoba Polda Jateng dan BNNP Jateng melakukan 11 kali penindakan narkotika seberat 8,83 kilogram dengan nilai Rp. 13,25 miliar. Kita juga menangani penyelidikan kasus baby lobster senilai Rp 2,6 miliar dan sudah inkrah proses peradilannya, dan tersangka dikenakan 2 tahun (penjara),” ujarnya.

Setelah berhasil mengungkap, lanjut Anton, dua kasus tersebut kini diserahkan ke instansi terkait untuk segera ditangani sebagai mana kewenangannya.

Diberitakan sebelumnya, KPPBC TMP Tanjung Emas memusnahkan ribuan barang eks-kepabeanan dengan nilai total Rp 2,2 miliar.

Anton menyebut, barang-barang yang proses distribusinya melanggar hukum tersebut diamankan sejak 1 Januari 2020 sampai pertengahan Oktober 2021.

Pemusnahan eks-barang milik negara (BMN) ini hasil importasi melalui Pelabuhan Tanjung Emas, baik barang kiriman dan bawaan penumpang. Paling banyak barang dimusnahkan adalah jenis minuman beralkohol, ada ribuan cartoon jenis bir dan arak china.

“Kalau jenis bir kiriman dari Belgia. Kita sita karena tidak ada izinnya,” bebernya.

Ia menerangkan, total ada 642 penindakan yang dilakukan selama pandemi Covid-19, lalu diselesaikan secara administrasi ada 306 penindakan senilai Rp 17 miliar. Selain itu ada 65 penindakan melalui reekspor senilai Rp 53,4 miliar.

Kemudian ada juga 180 penindakan yang diselesaikan lelang senilai Rp 2,2 miliar. Dihibahkan senilai Rp 979 juta, yakni berupa satu kontainer kedelai kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah, 13 unit laptop kepada akademisi.

“Untuk penyelesaian terhadap barang eks-BMN, selain pemusnahkan, barang yang masih memiliki nilai ekonomis dilelang dan dihibahkan. Sebagian besar BMN merupakan barang dilarang dan atau dibatasi, di mana pemilik barang atau importir tidak melampirkan dokumen perizinan dari instansi terkait baik melalui pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani, maupun perusahaan jasa penitipan (PJT) dan penyelenggara Pos,” pungkasnya.(HS)

Share This

Ribuan Pelaku UMKM di Kendal Terima Bantuan Rp 1,2 Juta

IDC AMSI 2021 Angkat Tema Inovasi dalam Penguatan Ekonomi Digital