in

Bea Cukai Tanjung Emas Musnahkan Barang Larangan Dan Terbatas, Paling Banyak Jenis Miras

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin dan perwakilan instansi terkait memusnahkan barang yang dilarang dan dibatasi dengan didominasi minuman beralkohol, di Kompleks Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (12/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Bea Cukai Tanjung Emas Semarang melakukan eksekusi berupa pemusnahkan ribuan barang eks-kepabeanan yang diamankan dalam kurun waktu dari 1 Januari 2020 sampai dengan pertengahan Oktober 2021.

Barang-barang ilegal dan dilarang yang dimusnahkan ini, terdiri dari ribuan carton minuman beralkohol jenis bir dan arak china, ratusan unit peralatan elektronik, produk pertanian, obat seplemen, serta alkes hingga sex toys.

Pemusnahan barang dalam kategori eks-barang milik negara (BMN) senilai Rp 2,2 miliar ini, dilakukan di kompleks Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Jalan Yos Sudarso Semarang, Selasa (12/10/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton martin mengatakan, pemusnahan eks-barang milik negara (BMN) ini hasil importasi melalui Pelabuhan Tanjung Emas, baik barang kiriman dan bawaan penumpang. Paling banyak barang dimusnahkan adalah jenis minuman beralkohol, ada ribuan cartoon jenis bir dan arak china.

“Kalau jenis bir kiriman dari Belgia. Kita sita karena tidak ada izinnya,” ujarnya di sela-sela acara pemusnahan barang ilegal di Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (12/10/2021).

Selain ribuan cartoon minuman keras ini, ada 495 unit sextoys, puluhan bibit dan benih tanaman, puluhan box obat suplemen, kosmetik dan senjata tajam.

“Total barang yang dimusnahkan senilai Rp 2,2 miliar,” umbuhnya.

Dikatakan dia, total ada sebanyak 642 penindakan yang dilakukan selama pandemi Covid-19, lalu diselesaikan secara administrasi ada 306 penindakan senilai Rp 17 miliar. Selain itu ada 65 penindakan melalui reekspor senilai Rp 53,4 miliar.

“Ada sebanyak 45 penindakan yang diserahkan ke instansi yang berwenang. Di antaranya narkotika dan presekusor terdiri dari 8,83 kg methampetamin dan NPP lainnya, dengan total senilai sekitar Rp 13 miliar. Lalu, penindakan import benih baby lobster 24.650 benih senilai Rp 2,6 miliar,” jelasnya.

Dan ada 180 penindakan, diselesaikan lelang senilai Rp 2,2 miliar. Dihibahkan senilai Rp 979 juta, yakni berupa satu kontainer kedelai kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah, 13 unit laptop kepada akademisi.

“Untuk penyelesaian terhadap barang eks-BMN, selain pemusnahkan, barang yang masih memiliki nilai ekonomis dilelang dan dihibahkan. Sebagian besar BMN merupakan barang dilarang dan atau dibatasi, di mana pemilik barang atau importir tidak melampirkan dokumen perizinan dari instansi terkait baik melalui pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani, maupun perusahaan jasa penitipan (PJT) dan penyelenggara Pos,” pungkasnya.(HS)

Share This

PERSI Jateng: BOR Covid-19 Turun 90 Persen

Kunjungi PT IGN, Wabup Kendal Ingin Kemitraan Dengan Pemkab Terjalin Baik