in

Bea Cukai Tanjung Emas dan BNN, Juga Gagalkan Penyelundupan 148,3 Gram Sabu-sabu Asal Malaysia

Petugas gabungan Bea Cukai Tanjung Emas, BNNP Jateng menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu, Sabtu (7/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Bea Cukai Tanjung Emas bersama tim gabungan Kanwil DJBC Jateng DIY beserta tim BNNP Jawa Tengah, BNNP Jawa Timur dan BNNK Gresik berhasil gagalkan upaya penyelundupan 148.3 gram sabu-sabu melalui barang kiriman PT JKS Logistik Indonesia.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Unit K-9 Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta melakukan pelacakan terhadap barang kiriman asal Malaysia di Gudang TPS PT JKS Logistik Indonesia, berdasarkan respon K-9 pada koli tertentu dilakukan pemeriksaan mendalam dan ditemukan kemasan mencurigakan berupa satu-sabu bungkus plastik bening berisi kristal bening dimasukkan ke dalam body lotion berisi krim warna putih.

Dari hasil pemeriksaan mendalam tersebut dilakukan pengujian dengan narkotest dengan hasil diduga narkotika. Kemudian ditindaklakuti dengan pengujian sample pada Laboratorium BLBC KPPBC TMP Tanjung Emas kedapatan positif narkotika golongan I dengan jenis Metamphetamine atau sabu seberat 148.3 gram.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengungkapkan, atas temuan tersebut, petugas memeriksa lebih lanjut dan dilakukan control delivery dengan tim BNN Provinsi Jawa Tengah serta Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY menuju alamat pengiriman “Sampang Madura”.

Melalui pengambilan alamat yang tercantum di depan Puskesmas Bringkoneng, Jalan Raya Raseno, Telaga, Banyu Ates, Kabupaten Sampang Madura diamankan penerima barang atas nama M (42) Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 148,3 gram. Lalu, dua buah telepon genggam serta paket kardus besar warna cokelat berisi karpet, pakaian, dan handuk,” katanya, dalam siaran persnya, Selasa (10/8/2021).

Penggagalan penyelundupan narkotika jenis Methampetamine atau sabu-sabu melalui barang kiriman ini, kata Anton, diperkirakan senilai Rp 140 juta. Serta menyelamatkan hampir seribu nyawa dengan asumsi 1 gramnya di konsumsi oleh 4-5 orang.

“Sinergi dalam pembongkaran penyelundupan metamphetamine ini merupakan komitmen Bea Cukai Tanjung Emas selaku community protector untuk mengawasi setiap barang yang masuk Negara Republik Indonesia dari barang larangan termasuk narkotika,” tegas Anton.

Sementara itu, Kepala BNN Gresik AKBP Supriyanto menambahkan, paket tersebut semula dianggap obat-obatan karena beralamat di Puskesmas Sampang. Namun setelah dibuka ternyata isinya narkoba yang dimasukan ke dalam botol. Agar tidak ketahuan langsung, botol itu dimasukkan ke pakaian bekas. “Jadi kiriman paket itu berasal dari Malaysia. Kami masih mencoba menyelidiki jaringan ini,” pungkasnya.(HS)

Share This

Hello Campus Jadi Sarana Mahasiswa Baru Udinus Mengenal Perkuliahan

Komisi A Berharap Gedung Perpusda Kendal Bisa Menarik Minat Baca Masyarakat