in

Bea Cukai Solo Temukan 419 Ribu Batang Rokok Ilegal

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan dalam sosialisasi pengguna cukai rokok di Sakura Hill Tawangmangu Karanganyar. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Bea Cukai Solo berhasil menyita 419 ribu batang rokok ilegal, yang diedarkan Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Ratusan ribu batang rokok ilegal itu, disita dari 39 penindakan, sejak awal tahun hingga menjelang akhir November ini.

Hal itu diungkapkan Muzakkar Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Solo, dalam sosialisasi Penggunaan Cukai Rokok DBHCHT, bagi Aparat Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat,  dan pedagang, diselenggarakan di Sakura Hill Tawangmangu Karanganyar, Rabu (25/11).

Lebih lanjut, Muzakkar mengatakan penindakan rokok ilegal terbesar berhasil diungkap oleh Bea Cukai Solo, pada Juli 2020 lalu. Dia menjelaskan, empat orang yang berperan sebagai sales dan distributor, itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman pidana penjara 1 tahun dengan subsider.

“Dari empat orang itu, kami mendapatkan total 58 bal rokok atau 290 ribu batang rokok ilegal, dengan berbagai merk. Kasusnya di Boyolali dan Klaten,” katanya, seperti disampaikan karanganyarkab.go.id.

Menurutnya, nilai barang dari 58 bal rokok ilegal itu, diperkirakan mencapai Rp 244 juta. Adapun kerugian negara atas peredaran rokok ilegal itu, diperkirakan Rp 140 juta.

Muzakkar mengungkapkan wilayah perbatasan menjadi perhatian petugas dari Bea Cukai Solo, dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

Selain itu, peredaran rokok ilegal juga sudah merambah wilayah perkampungan.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengimbau pedagang rokok, untuk berhati-hati dalam menjual produk serupa. Satpol PP juga diharapkan untuk melakukan pengecekan pada pedagang rokok mengenai bandrol-bandrol yang tidak resmi (ilegal) dikarenakan akan menghantam / merusak harga pasar.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo, mengatakan pandemi virus Covid-19, telah memaksa pemerintah untuk melakukan penyesuaian anggaran, termasuk untuk keperluan sidak atau pemeriksaan.

Hal itu turut berdampak terhadap upaya pemberantasan rokok ilegal di Karanganyar. Kendati demikian, anggota Satpol PP di 17 kecamatan tetap mengawasi dan mencegah peredaran rokok ilegal.

Lebih lanjut dia mengatakan sosialisasi penggunaan cukai rokok ini juga dalam rangka memberikan pembekalan kepada anggota dan pedagang.

“Dengan begitu para pedagang dan anggota lebih kuat pemahamannya terkait rokok ilegal. Sehingga peredaran rokok ilegal dapat diminimalisir,” imbuhnya. (HS-08)

Share This

Program PINTAR Tanoto Foundation Selaras dengan Merdeka Belajar

Kodim 0725 Sragen Basmi Hama Tikus dengan Tyto Alba