in

Bea Cukai Kudus Bakal Bantu Pengusaha Rokok Pati Urus Izin

Sosialisasi Penegakan Hukum Pemberantasan Cukai Rokok Ilegal, yang digelar Diskominfo Pati, kemarin. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Kantor Bea Cukai Kudus, akan membantu warga yang ingin mendirikan usaha produksi rokok secara legal. Proses perizinannya pun tidak dipungut biaya.

Penegasan itu disampaikan perwakilan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus, Sidiq Gandi Baskoro, dalam Sosialisasi Penegakan Hukum Pemberantasan Cukai Rokok Ilegal, yang digelar Diskominfo Pati, kemarin.

“Cukai adalah pungutan Negara yang dikenakan untuk barang tertentu dengan karakteristik tertentu. Target tahun 2021 adalah sekitar Rp 34 triliun. Namun target tersebut sulit dicapai, karena kalah bersaing dengan rokok ilegal,” kata Sidiq Gandi, seperti dirilis Patikab.go.id.

Sementara itu dalam sambutannya ketika membuka acara, Kepala Diskominfo, Indriyanto menekankan bahwa program Gempur Rokok Ilegal harus selalu disosialisasikan.

Dia berharap dari sosialisasi itu, akan tumbuh kesadaran warga, mengenai pentingnya ketaatan terhadap peraturan di bidang cukai, khususnya rokok. Dengan demikian peredaran rokok secara ilegal dapat diminimalisasi atau bahkan dihilangkan. Jika semua produsen rokok mematuhi ketentuan tersebut, maka pendapatan negara lewat cukai juga bakal meningkat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono yang hadir dalam acara itu, menekankan bahwa dari berbagai razia yang dilakukan Februari hingga September di 21 kecamatan, pihaknya berhasil menyita lebih dari 110 ribu batang rokok ilegal.

Angka ini tidak termasuk barang bukti yang kemudian dibawa oleh petugas dari Kantor Bea dan Cukai Kudus.

Sementara itu terkait dengan perkebunan tembakau, perwakilan dari Dinas Pertanian, Tri Yulianto menjelaskan, kendala yang dihadapi petani adalah curah hujan yang rendah. Selain itu juga pembeli tembakau yang tidak tepat waktu dalam membayar.

Adapun upaya yang dilakukan Dinas Pertanian, adalah meningkatkan kualitas bahan baku serta pemberian hibah untuk para kelompok tani. Dana hibah tersebut digunakan untuk membeli pupuk dan alat pengolah lahan, seperti traktor dan kultivator. (HS-08)

Share This

Minta Didukung DPR RI, Pemkab Prioritaskan Bangun Pasar Rembang

Berkat Kalender Cerdas Ibu Hamil, Puskesmas 1 Kebakkramat Raih Top 1 Inovasi Pelayanan Publik