in

Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal dan Hasil Penindakan Lainnya Senilai Rp.31,6 Miliar

Pemusnahan puluhan juta roko ilegal dan hasil penindakan lainnya dengan total mencapai Rp. 31,6 miliar oleh Bea Cukai Jateng-DIY, Selasa (9/7/2024).

HALO SEMARANG – Kantor Bea Cukai Jateng-DI Yogyakarta memusnahkan 25,1 juta batang rokok ilegal dan hasil penindakan lainnya dengan total mencapai Rp. 31,6 miliar.

Barang bukti lain yang dimusnahkan adalah 603,4 liter minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) dari berbagai merek ternama. Kemudian 3.270 gram tembakau Iris (TIS), ada juga 2,28 liter vape liquid, dan 1.820 butir obat-obatan yang tak dilengkapi pita cukai.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng DIY Tri Utomo Hendro Wibowo menjelaskan, barang bukti tersebut hasil dari penindakan oleh Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Bea Cukai Semarang selama tahun 2023.

“Hari ini kita lakukan pemusnahan penindakan hasil sinergitas di lapangan, sebanyak 25 juta batang rokok tanpa dilengkapi pita cukai. Kerugian negara hampir sekitaran Rp 36 miliar. Selain rokok, kita juga pemusnahan minuman mengandung alkohol, semuanya itu tanpa dilengkapi pita cukai,” ujarnya usai pemusnahan, Selasa (8/7/2024).

Barang bukti rokok ilegal yang diungkap di Jateng ini merupakan industri dari wilayah Jawa Timur yang akan didistribusikan ke Jawa Barat dan luar Jawa.

“Ada yang didistribusikan ke Jawa Tengah, ada yang ke Jawa Barat, Lampung, Sumatera dan Kalimantan,” katanya.

Terkait tersangka dalam penindakan rokok ilegal, telah melakukan proses hukum dan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi. Pihaknya menyebut, ada sekitar 32 PDP berkas di wilayah Jateng dan DIY yang sudah berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi.

“Artinya dalam hal memang secara pembuktian dua alat bukti cukup, untuk kami koordinasikan dengan rekan-rekan kejaksaan untuk kami proses. Kalau satu berkas dua tersangka, ya sekitaran 60 an selama setahun. Tahun ini ada sekitar 15 PDP di Jateng, yang kami kerjakan dengan teman kejaksaan,” terangnya.

Terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai. (HS-06)

Kolaborasi Pengembangan UMKM Usaha Boga dengan Baznas Jateng, Mbak Ita Siap Support Bahan Murah hingga Pemasaran

Dewan Dorong Siswa Disabilitas di Kota Semarang Dapat Beasiswa Pendidikan