BBOM Masukkan Pati Jadi Wilayah Gerakan Keamanan Pangan Terpadu

Bupati Pati Haryanto menerima audiensi Kepala BBPOM di Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, di Ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, berkaitan dengan penyelenggaraan Gerakan Keamanan Pangan Terpadu. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Kabupaten Pati akan menjadi salah satu wilayah pelaksanaan Gerakan Kemanan Pangan Terpadu yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBOM) Semarang.

Dalam audiensi dengan Bupati Pati Haryanto, Rabu (17/3), di Ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kepala BBPOM di Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan gerakan keamanan pangan terpadu ini, meliputi tiga aspek.

Pertama, Gerakan Keamanan Pangan Desa yang menyasar dua desa. Kedua, Pasar Aman yang menyasar pasar tradisional. Ketiga, Pangan Jajan Anak Sekolah yang menyasar 50 sekolah baik SD, SMP, maupun SMA.

“Itu kami intervensi, tujuannya untuk membentuk kemandirian komunitas. Kalau di desa ya agar komunitas masyarakat desa lebih paham bagaimana ikut mengawasi makanan yang diproduksi, didistribusikan, atau dikonsumsi di sana,” ungkapnya, seperti dirilis Patikab.go.id.

Saat ini, menurutnya, Jawa Tengah masih menempati peringkat dua nasional penggunaan bahan pangan berbahaya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menyambut baik intervensi BBPOM Semarang terhadap keamanan pangan di desa, pasar, dan sekolah.

“Pada prinsipnya kami menyambut baik. (Program-red) ini bukan pertama kali di Pati. Sudah bertahun-tahun kami bersinergi dengan BBPOM, hanya memang lokusnya saja yang berbeda-beda,” tutur dia.

Menurut Haryanto, dengan adanya intervensi BBPOM Semarang ini, penyimpangan penggunaan bahan pangan di Pati bisa ditanggulangi. Kerja sama ini lanjut Haryanto, akan segera ia tindaklanjuti secara teknis dengan OPD terkait, termasuk menentukan desa, pasar, dan sekolah-sekolah yang akan menjadi sasaran program.

Semementara itu, sebelumnya, BBPOM juga melakukan audiensi serupa dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Dr Ir Moh Sumarsono, MSi.

Audiensi ini juga dihadiri oleh dinas terkait, yang akan terlibat dalam Program Keterpaduan Keamanan Pangan ini, yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Program Keterpaduan Keamanan Pangan ini terdiri atas Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dan Program Pangan Jajan  Anak Sekolah (PJAS). Intervensi akan dilaksanakan selama 10 bulan. Tujuan dari audiensi ini  adalah untuk memperoleh masukan dari Pemda untuk sasaran yang akan diintervensi serta  koordinasi dengan dinas terkait untuk teknis pelaksanaannya, “ kata I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, seperti dirilis pom.go.id.

Dia juga berharap bahwa setelah program Keamanan Pangan ini berjalan, Pemerintah Kabupaten Grobogan dapat melakukan replikasi dari program Keamanan Pangan ini, sehingga  ada keberlanjutan dan akan didampingi oleh BBPOM di Semarang.

Sekda Kabupaten Grobogan sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas program-program yang akan dilaksanakan oleh BBPOM di Semarang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas program Keamanan Pangan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Grobogan dan berkomitmen untuk melakukan replikasi terhadap program ini karena program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang membutuhkan jaminan keamanan pada produk – produk pangan yang dikonsumsi,” jelas Sumarsono menanggapi penjelasan dari Kepala BBPOM di Semarang. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.