in

Baznas Jateng Gelar Pelatihan Budi Daya Lele Sistem Bioflok

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan kewirausaan bagi mustahiq atau penerima zakat, Jumat (26/4/2019).

 

HALO SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan kewirausaan bagi mustahiq atau penerima zakat, Jumat (26/4/2019).

Menurut Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji, pelatihan yang digelar di antaranya berupa budi daya lele, ternak cacing, dan ternak jangkrik. Dengan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan nantinya para mustahiq yang berhasil berubah menjadi pemberi zakat atau muzaki.

“Ya agar mereka tidak sekadar menerima namun ke depan juga dapat ikut membagikan zakat,” terangnya, usai acara.

Dijelaskan, pelatihan kewirausahaan bagi para penerima zakat ini digelar Baznas Provinsi Jateng di Gedung LPMP Jateng. Pelatihan diikuti oleh 90 peserta perwakilan masing-masing kabupaten kota se-eks Karesidenan Semarang.
Selama dua hari, peserta akan mendapat materi ternak lele, jangkrik, dan cacing. Untuk memudahkan peserta menyerap ilmu kewirausahaan tersebut komposisi pelatihan akan diperbanyak pada praktik.

“Paling pemaparan materinya hanya sekitar 20 persen, sisanya lebih banyak praktik di lapangan agar lebih aplikatif,” tukasnya.

Diharapkan saat selesai mengikuti pelatihan para peserta akan mudah mengaplikasikannya di lapangan. Ahmad Daroji menambahkan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini adalah kegiatan rutin untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Nantinya setelah diberikan pelatihan, para peserta nantinya juga akan diberikan modal usaha untuk memulai usahanya. Para peserta juga akan dimonitoring secara intensif supaya usahanya dapat berjalan dengan baik.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta yang saat ini masuk dalam golongan penerima zakat ke depannya akan berubah menjadi pemberi zakat,” tandasnya.

Peserta sendiri mendapatkan pelatihan teknik ternak ikan secara bioflok. Kelebihan sistem ini adalah air dalam kondisi selalu bersih karena sistem pembuangan kotoran lelenya dikeluarkan lewat pipa khusus.

Teknisnya, setiap kali sebelum dikasih makan, pipa pembuangan dibuka agar kotoran keluar bersama kotoran. Di sisi lain, kolamnya terus ditambah air sehingga tanpa menguras.

Tak hanya itu, air yang keluar dari pipa beserta kotoran lele dapat langsung dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Inilah yang disebut sistem bioflok.

Selain itu, setiap kolam juga dilengkapi dengan aerator untuk menambah pasokan udara dalam air yang bisa membuat ikan cepat besar. Keunggulan lain dari sistem bioflok adalah pakan yang diberikan yang dicampur dengan larutan prebiotik yaitu rempah-rempat seperti kunir, kencur, jahe dan temulawak.

Dengan sistem ini, lele dalam satu kolam bioflok mampu menghabiskan 8-9 kg pelet yang sudah direndam larutan prebiotik. Dengan direndam dalam larutan ini, pakan lele bisa berkurang hingga 20 persen, namun ikan sudah kenyang.
Pemberian pakan lele hanya dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu di pagi hari pukul 07.00 dan malam hari sekitar pukul 19.00.(HS)

Tanggal 2 Mei, Hindari Jalan Pemuda Semarang Karena Akan Ditutup Total

Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Mancing Semarang Hebat