Bayar Premi Asuransi Hanya Rp 40 Ribu, Ternak Mati Diganti Rp 10 Juta

Ternak sapi di Kota Pekalongan. (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Para peternak sapi perah dan kerbau di wilayah Kota Pekalongan, didorong untuk mengasuransikan hewan ternaknya melalui menjadi program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K).

Dengan begitu, peternak bisa mengajukan klaim ganti rugi, apabila ternaknya mati atau hilang selama jangka waktu pertanggungan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu, mengutarakan program ini juga bertujuan untuk mengamankan indukan yang selama ini banyak dipotong.

“Kami mengimbau kepada peternak skala usaha besar dan kecil untuk mengikuti program AUTS/K, sehingga ada kenyamanan dalam melakukan usaha,” ungkap Hakim.

Dijelaskan, nilai pertanggungan setiap ternak yang disuransikan adalah sebesar Rp 10 juta. Premi yang harus dibayar adalah sebesar dua persen dari nilai pertanggungan tersebut  atau setara dengan Rp 200 ribu per tahun. Setiap peternak hanya membayar Rp 40 ribu dari premi tersebut, sedangkan sisanya disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp 160 ribu.

Hewan ternak yang akan diasuransikan, ujar Hakim, harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain sapi/kerbau betina minimal berumur satu tahun, masih produktif, dan dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan. Saat ini, ada sekitar 85 peternak yang telah menjadi peserta  program AUTS/K.

“Untuk jumlahnya didominasi peternak sapi perah, namun ada pula ternak sapi penggemukan. Ini memang dengan kesadaran mereka. Kami juga memfasilitasi apabila ada ternak AUTS yang mati karena penyakit kami akan membantu mengadakan bedah klinis bangkai ternak,” imbuh Hakim.

Bantu Peternak

Selain subsidi premi asuransi ternak, pemerintah Pekalongan juga memberikan bantuan kepada para peternak melalui program Jaring Pengaman Ekonomi (JPE). Bantuan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni pakan itik sejumlah hampir 12 ton yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan bantuan pupuk dari Dana Insentif Daerah (DID) Pemkot Pekalongan untuk 415 orang petani yang memiliki luasan lahan kurang dari 1,75 hektar.

Hakim mengungkapkan, populasi ternak itik di Kota Pekalongan mencapai kisaran angka 60 ribu ekor yang tersebar di empat kecamatan. Ia berharap, bantuan tersebut bisa membantu para peternak dan petani di Kota Pekalongan sebagai penjaga ketahanan pangan warga. Terlebih, saat ini tengah memasuki masa tanam pertama yakni periode Oktober-Maret.

“Di momen yang baik ini, para peternak dan petani kami juga merupakan pahlawan ketahanan pangan. Terlebih di masa pandemi Covid-19, mereka menyediakan sekaligus menyiapkan ketersedian pangan masyarakat. Sehingga perlu kita dukung agar nantinya bisa mandiri,” imbuh Hakim.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, berharap, para peternak dan petani dapat tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami berikan bantuan berupa pakan ternak dari pemerintah provinsi dan pupuk urea dari Pemkot Pekalongan, untuk mereka yang terdampak Covid-19. Sehingga, mereka tidak perlu membeli dan dapat meningkatkan produksinya,” ungkap Wali Kota Saelany, saat penyerahan simbolis bantuan JPE, di halaman kantor Dinperpa. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.