in

Bawaslu Tertibkan Ratusan APS Caleg yang Melanggar

Petugas gabungan saat mencopot Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemilu berupa baliho dan poster bergambar salah satu calon anggota legislatif (Caleg) di Jalan Sriwijaya, Kamis (16/11/2023).

HALO SEMARANG – Bawaslu Kota Semarang berhasil menertibkan sebanyak 160 Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemilu berupa baliho dan poster calon legislatif (Caleg) dipasang melanggar aturan, Kamis (16/11/2023).
Penertiban ratusan APS itu melibatkan petugas gabungan Bawaslu, KPU, Satpol PP, Polri, TNI dan Dishub.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, bahwa poster hingga baliho yang ditertibkan merupakan alat peraga sosialisasi (APS), karena belum masuk masa kampanye Pemilu. Namun poster dan baliho Caleg tersebut dianggap melanggar karena berbau kampanye.

‘’Kenapa dikatakan alat peraga sosialisasi, karena ini memang belum masa tahapan kampanye. Kita kategorikan sosialisasi yang kemudian pemasangannya melanggar Peraturan Walikota (Perwal). Kemudian kita lakukan penertiban alat peraga sosialisasi yang menyerupai kampanye. Banyak ditemukan APS dengan foto dan nama Caleg, dapil sekaligus ada nomor urut, serta simbol coblos yang ditunjukan dengan gambar paku dan sebagainya. Objek itu yang sudah kita identifikasi,’’ ujar Arief, Kamis (16/11/2023).

Dikatakan Arif, kegiatan pencopotan APS kali ini petugas dibagi dalam empat tim yang menyasar jalan-jalan protokol di berbagai wilayah di Kota Semarang. Salah satunya misalnya tim pertama menyisir jalan protokol seperti di Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Kompol Maksum, Jalan MT Haryono (Mataram), Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran dan Jalan Pamularsih.

Dan di kawasan tersebut poster caleg yang ditertibkan terdiri atas poster kecil hingga baliho besar di jalan utama perempatan ruas Jalan MT Haryono – Jalan Sriwijaya.

Ia menjelaskan ada sebanyak 1.238 alat peraga sosialisasi yang sudah terpantau melanggar dan akan ditertibkan. Jumlah tersebut berupa alat peraga pemilihan legislatif, belum menyasar pemilihan presiden. Karena poster atau baliho yang terpasang belum ada nomor urut dan visi misi.

“Belum melakukan penertiban berkaitan Capres-Cawapres. Kita orientasi ke legislatif dulu, karena baru kemarin ada penerapan dan nomor urut. Hari ini yang terpasang belum terakumulasi nomor urut dan visi-misi,” jelasnya.

Ia menambahkan alat peraga sosialisasi yang melanggar Perwal karena menempel di tiang, di pohon, melintang, terus di jalan protokol.

‘’Kalau alat peraga sosialisasi berupa kampanye walaupun pemasangannya tidak melanggar perwal tapi ada simbol muatan ajakan dan materi kampanye itu kita juga tertibkan,’’ pungkasnya.(HS)

El Nino Menyerang, Pasokan Pangan Di Jateng Dipastikan Aman

PSIS dan SMAN 11 Miliki Komitmen Sama Kembangkan Sepak Bola Kota Semarang