Bawaslu Kota Semarang Raih Penghargaan dalam KIP Jateng Award 2020

Anggota Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman dan Naya Amin Zaini saat dalam acara KIP Award 2020 via daring zoom meeting.

 

HALO SEMARANG – Jelang akhir tahun 2020, Bawaslu Kota Semarang meraih penghargaan dengan kategori menuju informatif dalam gelaran Award Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Rabu (16/12/2020).

Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, bahwa Pemberian KIP Award 2020 merupakan tantangan dan harapan bagi Bawaslu di usianya yang kurang lebih dua tahun sebagai lembaga permanen Pengawas Pemilu sejak 2018.

“Di usia yang masih baru, kami diberikan amanat dan juga tantangan dalam menjalankan amanah untuk selalu terbuka kepada publik,” ujar Arief, Kamis, (17/12/2020).

Lebih lanjut, Arief mengatakan, bahwa capaian itu berkat adanya kerja sama semua pihak, terutama Sekretariat Bawaslu Kota Semarang yang sudah menyusun dan menata data informasi sebagai kebutuhan publik. Capaian ini juga sekaligus tantangan bagi Bawaslu sebagai lembaga publik, agar selalu terbuka sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Informasi publik bagi lembaga merupakan suatu kewajiban. Kami berterima kasih kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan dan kami akan selalu berusaha maksimal,” jelasnya.

Rangkaian panjang penilaian sejak 3 bulan lalu, dimulai dengan tahap monitoring evaluasi (Monev) informasi wajib berkala pada laman website PPID Bawaslu Kota Semarang, kemudian monev tahap 2 dengan mengisi kuesioner penilaian mandiri atau Self Assesment Questionnare (SAQ), dan tahap penilaian yang terakhir yaitu Uji Publik.

“Awalnya memang berat untuk memenuhi semua, apalagi Kota Semarang sedang menghelat pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19. Namun kami berusaha maksimal agar memenuhi kriteria sebagaimana Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik,” terangnya.

Selanjutnya pada tahap kedua, terkait Self Assesment Questionnare (SAQ) dan verifikasi faktual dengan melakukan presentasi dan rangkaian wawancara oleh tim penilai dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

“Tahapan akhir yaitu uji publik yang melibatkan tim panelis terdiri dari Komisi Informasi Jawa Tengah, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Angraini,” jelasnya.

Naya Amin Zaini, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang mengatakan, bahwa informasi publik terkait kerja-kerja Bawaslu Kota Semarang seperti pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran, serta organisasi dan kelembagaan, secara intensif selalu diinformasikan kepada publik.

Bagaimanapun, lanjut Naya, bahwa informasi publik tersebut, secara esensi sebagai ruh demokrasi untuk menuju demokrasi yang substansial.

“Karena ada nilai edukasi publik, seperti untuk riset, literasi, dan center of excelent,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.