Bawaslu Kendal Temukan Ratusan Calon KPPS Masuk Daftar Sipol

Foto ilustrasi Pilkada 2020.

 

HALO KENDAL – Pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada Kendal 2020 sudah berjalan lebih dari satu bulan. Dalam masa itu, Bawaslu Kendal beserta Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa sudah mengawasi sebanyak 516 kampanye Pilbup Kendal 2020.

Menurut Kordiv Hukum Bawaslu Kendal, Arief Musthofifin, pengawas pemilihan terus berjibaku siang malam mengawasi proses kampanye. Hal ini dilakukan, dalam rangka menciptakan pilkada yang bermartabat.

“Apa pun bentuk kampanye akan terus kami awasi. Baik siang ataupun malam. Pengawas kami siap mengawasi setiap tahapan,” ungkapnya, Selasa (27/10/2020).

Dijelaskan, untuk mencapai demokrasi yang bermartabat. pihaknya memetakan kerawanan dan mencegah potensi pelanggaran.

“Semoga peserta pemilihan patuh aturan kampanye, sehingga demokrasi kita makin bermartabat. Bawaslu juga terbuka jika ada yang akan konsultasi seputar peraturan perundang-undangan Pemilu,” imbuh Arief.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal, Achmad Ghozali mengatakan, pengawas di Kendal instensif mengawasi ratusan kegiatan kampanye.

“Total pengawasan kampanye yang kami awasi sudah mencapai 516 kegiatan sejak 26 September sampai 25 Oktober. Itu artinya jika diambil rata-rata dalam satu hari ada sekitar 17 pengawasan kampanye,” terangnya.

Dikatakan oleh Ghozali, dari 516 kegiatan kampanye itu, sosialisasi secara tatap muka paling banyak dilakukan calon.

“Kampanye tatap muka paling sering dilakukan. Dari awal tahapan kampanye hanya ada satu kali kampanye daring dan belum ada penambahan lagi,” jelasnya.

Ghozali juga mengungkapkan, pihaknya juga menemukan ratusan Calon Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas pada Pilbup Kendal 2020, terindikasi tidak netral.

Menurutnya, ratusan calon KPPS yang sedang dibentuk oleh KPU Kendal tersebut, terindikasi masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

“Dari temuan hasil pengawasan kami, data calon KPPS di Kendal banyak yang masuk Sipol, yaitu 103 orang. Padahal KPPS harus netral dan tidak terlibat dalam partai politik,” kata Ghozali.

Sementara itu terhadap temuan tersebut, Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani mengaku, sudah melayangkan surat rekomendasi kepada KPU Kendal sebagai saran perbaikan.

“Kami sudah mengirim surat Nomor 949 Tahun 2020 kepada KPU Kendal berisi ratusan nama calon KPPS yang masuk Sipol. Dalam surat itu agar temuan pengawasan kami segera ditindaklanjuti KPU Kendal,” ungkapnya.

Odilia juga meminta, bahwa dalam proses rekrutmen KPPS tersebut, mestinya pihak KPU Kendal bisa lebih cermat.

“Serta mengontrol dan memastikan, atas rekomendasi saran perbaikan yang diberikan Bawaslu Kendal, Panwaslu Kecamatan, dan Panwaslu Kelurahan/Desa,” lanjut Odilia.

Ditegaskan, Bawaslu Kendal beserta Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan/Desa akan terus mengawasi rekrutmen KPPS.

“Sebelumnya saat rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Bawaslu Kendal juga mengirim surat rekomendasi terkait data calon PPDP yang masuk Sipol,” pungkas Odilia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.