in

Bawaslu dan KPUD Kendal, Sosialisasikan Pemilu Kepada Para Penyandang Disabilitas

Sosialisaai pengawasan partisipatif dalam rangka menyongsong pemilu serentak 2024 yang inklusif kepada para disabilitas, Kamis (17/3/2022).

HALO KENDAL – Bawaslu Kabupaten Kendal menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka menyongsong pemilu serentak 2024 yang inklusif. Menariknya dalam sosialisasi ini, melibatkan siswa-siswi dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Swadaya Kaliwungu, Kamis (17/3/2022).

Para siswa-siswi penyandang disabilitas tersebut antusias dan terlihat bersemangat mengikuti sosialisasi, karena mereka diantar-jemput oleh petugas dari Bawaslu Kendal.

Dalam kegiatan sosialisasi, para siswa-siswi mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kesempatan untuk bertanya terkait pemilu. Khususnya untuk para penyandang disabilitas.

Tidak hanya dari dari Bawaslu, namun juga dari KPUD Kabupaten Kendal juga menyampaikan materi terkait kepemiluan.

Apalagi para siswa-siswi SLB tersebut, pada tahun 2024 nanti sudah ada yang berusia 17 tahun. Bahkan ada yang lebih. Sehingga sudah mempunyai hak pilih.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Kendal, Ahmad Ghozali mengatakan, kegiatan yang melibatkan remaja penyandang disabilitas ini, baru pertama kali dilakukan.

Hal ini menurutnya dilakukan, sekaligus untuk memberikan wawasan terkait dengan kepemiluan.

“Anak disabilitas ini biasanya hanya mengikuti perintah orang tuanya. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini, wawasan kepemiluan mereka lebih luas. Misalnya, kalau menerima uang dari salah satu calon itu tidak dibenarkan,” ujar Ghozali.

Sementara itu Kepala SLB Swadaya Kaliwungu, Kirana mengatakan, supaya siswa-siswi SLB mengerti maksud dari sosialisasi yang disampaikan nara sumber, mereka didampingi oleh guru pendamping yang menerjemahkan menggunakan bahasa isyarat.

“Sebab, para siswa-siswi SLB yang mengikuti sosialisasi terdiri dari penyandang tuna rungu, tuna grahita dan tuna netra,” terangnya.

Kirana menambahkan, dengan adanya sosialisasi ini, anak jadi mengerti. Sebab, anak disabilitas kurang pemahaman terkait kepemiluan.

“Sehingga dengan sosialisasi ini, siswa-siswi kami jadi tahu, tata cara dalam pemilu dan apa yang dinamakan dengan politik uang, siapa saja yang boleh mencoblos dan lainnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Ketua KPUD Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria memberikan materi terkait informasi umum pemilu kepada penyandang penyandang disabilitas dalam menggunakan hak suaranya di pemilu mendatang.

Menurutnya sosialisasi ini sangat penting bagi kita semua, khususnya bagi para penyandang disabilitas.

“Supaya mereka tahu, bagaimana caranya nanti ketika mereka datang ke TPS dan apa tahapan yang harus mereka lakukan di sana,” ujar Hevy.(HS)

Lukisan Pari Corek Bikin Ganjar Terpukau

Hendi Keliling Berziarah Jelang HUT Kota Semarang Ke-475