Bawaslu: Banyak Keterbatasan, Nyaris Tak Ada Kampanye Daring di Pilkada Kendal

Foto ilustrasi Pilkada 2020.

 

HALO KENDAL – Masa kampanye Pilkada Kendal sudah memasuki hari ke-19. Sedikirnya sudah ada 266 program kampanye yang diawasi jajaran pengawas di Kabupaten Kendal.

Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, kampanye yang lebih didorong melalui daring, faktanya hampir semua dilakukan secara tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Kordiv Pengawasan Bawaslu Kendal, Ahmad Ghozali. Menurutnya, kampanye di Kendal lebih banyak dilaksanakan para calon dengan metode tatap muka.

“Mindsite kampanye di masa Covid-19 ini daring. Namun fakta berkata lain, hampir semua dilakukan dengan pertemuan langsung dengan warga,” kata Ghozali, Rabu (14/10/2020).

Kampanye tatap muka tetap dilaksanakan para calon, meski telah direkomendasikan untuk melakukan kampanye daring karena situasi pandemi Covid-19, dengan tujuan mengurangi kerumunan dan mengikuti protokol kesehatan.

“Di Kendal hanya ada satu pasangan calon yang kampanye melalui daring, menggunakan aplikasi zoom room meeting, itu pun satu kali pada awal kampanye,” terangnya.

Ghozali menambahkan, sampai saat ini Bawaslu Kendal tidak mendapati lagi pelaksanaan kampanye dengan metode daring.

“Menurut analisis dari Bawaslu Kendal, kampanye dalam bentuk daring masih minim diminati oleh pasangan calon karena beberapa kendala. Salah satunya tidak bisa menjangkau masyarakat pedesaan,” jelasnya.

Sementara itu, Panwaslu Kecamatan Patean, Fristiono mengungkapkan, salah satu alasan kampanye daring kurang diminati, karena masalah jaringan internet di wilayah Kendal yang kurang mendukung.

“Di samping itu keterbatasan kemampuan penggunaan aplikasi pendukung kampanye yang membuat kampanye daring dinilai tidak efektif,” ungkapnya.

Hal ini yang menurut Fristiono menjadi terbatasnya partisipasi masyarakat dalam kampanye daring. “Daerah kami, Patean, letak geografisnya berada di wilayah pegunungan Kendal dan jaringan internet di tempat kami begitu sulit,” pungkasnya.

Kampanye daring sendiri menurutnya adalah menyebarkan konten di akun resmi media sosial, konferensi pertemuan virtual, dan penayangan siaran langsung kegiatan kampanye.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.