in

Batik-Kroma Fun Bike 2021 Eratkan Persaudaraan Indonesia – Kamboja

Peserta Batik-Kroma Fun Bike 2021 berfoto bersama di kompleks Angkor, di Kamboja. (Foto : Kemlu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemandangan danau, hutan dan deretan candi di kompleks Angkor, Siem Reap, memacu semangat para peserta Batik-Kroma Fun Bike 2021, sebuah event dukungan dari Indonesia untuk travel bubble ASEAN.

Kegiatan yang diselenggarakan KBRI Phnom Penh, Kementerian Pariwisata Kamboja dan ‘Cambodian Cycling Federation’, baru-baru ini tersebut, merupakan wujud eratnya persaudaraan Indonesia dan Kamboja.

Kegiatan Fun Bike yang menempuh jarak sekitar 27 Km, mengelilingi kompleks Angkor ini menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, sekaligus bentuk dukungan bagi Kamboja sebagai tuan rumah SEA Games 2023.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng menambahkan, “Batik–Kroma Fun Bike menjadi pilot project dan sumbangan Indonesia untuk mendukung implementasi travel bubble ASEAN dan pemulihan pariwisata di kawasan. Batik Kroma juga menjadi bentuk nyata implementasi kerja sama bilateral Indonesia dan Kamboja, mengingat Siem Reap dan Jawa Tengah, serta Taman Wisata Candi dan Apsara National Authority, memiliki Nota Kesepahaman,” kata Duta Besar Indonesia untuk Phnom Penh, Sudirman, seperti dirilis Kemlu.go.id.

Sudirman juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Batik-Kroma Fun Bike ini, dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan mensyaratkan para pesertanya sudah harus mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Para peserta ‘Batik-Kroma Fun Bike’, antusias karena dapat menyaksikan pemandangan sejumlah besar candi di kompleks Angkor, antara lain Ta Phrom, Preah Khan, Ta Keo, dan Bayon.

Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan kompleks percandian Angkor, karena keterlibatan Indonesia dalam proyek Indonesian Technical Assistance for Safeguarding Angkor (ITASA) 1994-2000.

Proyek ini telah berhasil merestorasi tiga gerbang istana (Royal Palace Gate), yaitu gerbang timur, selatan dan utara, serta pelatihan untuk arkeolog Kamboja.

ITASA merupakan salah satu dari sejumlah proyek restorasi Angkor Archaeological Park yang dikoordinasikan oleh UNESCO untuk menyelamatkan Angkor pasca berakhirnya perang saudara di Kamboja. (HS-08)

Share This

Polri : Lawan Petugas Selama PPKM Darurat Bisa Dipidana

Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR Serap 755.816 Tenaga Kerja