in

Baru Sembilan Armada BRT Koridor IV yang Beroperasi, Penumpang BRT Menunggu Satu Jam di Halte

Foto ilustrasi: Shleter BRT yang terlihat sepi penumpang.

 

HALO SEMARANG – Belum beropersinya secara penuh seluruh armada bus Rapid Tranait (BRT) Trans Semarang koridor IV yang melayani rute Terminal Cangkiran – Stasiun Tawang sejak Sabtu (5/6/2021) hingga Senin (7/6/2021), membuat pelayanan penumpang BRT praktis terganggu.

Sebab, sampai Senin (7/6/2021) armada yang beroperasi di koridor IV hanya sembilan unit dari total 24 armada aktif.

Akibat belum semua armada yang beroperasi, banyak penumpukan penumpang pada halte BRT Trans Semarang terutama arah dari Cangkiran sampai Ngaliyan.

Sejumlah penumpang kecewa karena telah menunggu lama lebih dari satu jam di halte transit. Kondisi ini juga pernah terjadi sebelumnya, karena semua armada BRT Trans Semarang koridor IV sempat berhenti beroperasi pada Maret 2021 lalu, dengan alasan perawatan berkala.

Dari pantauan Senin (7/6/2021), hingga siang beberapa shelter halte terjadi penumpukan seperti di halte Perumahan Jatisari BSB, Pasar Mijen, dan Ngaliyan. Terlihat pula ada petugas checker penumpang di halte pada hari itu dibanding dua hari sebelumnya, yang memang tidak ada petugas.

Sedangkan untuk pantauan di halte BRT Koridor I (Mangkang-Penggaron) mulai dari Terminal Mangkang-Krapyak juga terlihat sepi penumpang maupun armada bus. Bahkan tidak ada petugas chacker seperti di halte BRT Depan Wisma PLN Krapyak dan Halte Kawasan KIW.

Maryati (56), salah satu penumpang dari Mijen mengaku kecewa karena sudah menunggu BRT Trans Semarang tidak muncul di halte depan Koramil Mijen.

“Enggak tahu kenapa sepi BRT, kalau begini kan mending tadi saya minta antar anak saya ke Semarang bawah,” ujarnya.

Dia berharap, transportasi massal khususnya BRT kembali beroperasi normal. Sebab, jika ada masalah ujungnya penumpang dan pelanggan yang menjadi korban.

“Maret 2021 lalu kemarin juga mogok tidak ada yang narik, kasihan para sopir dan kondekturnya tidak bisa kerja untuk pelayanan,” katanya.

Direktur Utama PT Matra Semar, operator Koridor IV BRT Trans Semarang, Rahman Amal Romis menjelaskan, untuk armada yang operasional hingga Senin (7/6/2021) siang hanya sembilan armada. Sisanya armada dikandangkan di poll Terminal Cangkiran dan di Imam Bonjol.

“Alasan tidak diizinkan beroperasi armada kami karena masalah onderdil ban bus memakai ban tidak orisinil atau ban vulkanisir. Dan pemberitahuan itu saya terima dari pengelola Badan Layanan Umum (BLU) hanya lewat telepon bukan surat menyurat resmi,” ucapnya.(HS)

Share This

Dua Bocah SD Curi Motor Di Semarang, Kasus Diselesaikan Secara Restorative Justice

KP2KKN Jateng: KPK Dalam Kondisi Gawat