Bapenda Akan Optimalkan Potensi Pajak Kos Eksklusif di Kota Semarang

Petugas Bapenda memonitoring sejumlah indekos kelas eksklusif di Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mengoptimalkan potensi pajak dari usaha indekos kelas eksklusif yang telah terdata di Kota Semarang.

Tercatat, sedikitnya ada 400-an tempat kos eksklusif yang potensi pajaknya cukup besar.

Dalam sepekan ini, petugas dari Bapenda mengecek okupansi hunian kos di masa pandemi ini. Petugas mengedukasi para pemilik usaha agar melaporkan dan membayar pajaknya.

“Di masa pandemi Covid-19 ini sejumlah usaha kos untuk kalangan mahasiswa memang lesu. Tapi kami melihat untuk kalangan pekerja dan lain-lain masih bagus okupansinya,” terang Elly Asmara, Kabid Pajak Daerah II Bapenda Kota Semarang, Kamis (25/3/2021).

Pihaknya dan tim menyambangi dua kos eksklusif di sekitar Stadion Diponegoro dan Jalan Siranda. Tinjauan ini dimaksudkan untuk melihat kondisi di lapangan, sekaligus mengedukasi pemilik kos agar tetap membayar kewajibannya.

“Kami cek memang ada penurunan. Tapi yang lain cukup penuh. Ada yang 90 persen bahkan okupansinya,” imbuhnya.

Adapun sektor pendapatan pajak dari sektor usaha kos tersebut pada tahun 2019 lalu, mencapai Rp 1,5 miliar. Kamudian, pada tahun 2020 turun menjadi sekitar Rp 900 juta.

Edi, salah satu penjaga kos di Jalan Siranda mengungkapkan, pandemi memang membuat okupansi tempat usaha kos menurun.

Dari total 38 kamar yang tersedia, saat ini hanya 12 yang dihuni. Masing-masing dengan harga yang berbeda, mulai dari Rp 1.650.000 sampai Rp 2.150.000 per bulannya.

“Kalau sebelum pandemi Covid-19, itu rata-rata huniannya 20-an kamar. Ada yang bulanan dan harian,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.