Banyak Wisatawan, Kampung Nelayan Tambakrejo Layah Dijadikan Wahana Wisata Bahari

Kapal nelayan saat berlabuh di dermaga Kampung Bahari Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara.

 

HALO SEMARANG – Kampung nelayan Tambakrejo yang berdekatan dengan permukiman rumah deret yang dibangun Pemkot Semarang, ternyata juga memiliki potensi yang dilirik para wisatawan.

Sehingga ke depannya wilayah ini akan dibuat dengan wahana objek wisata air, bukan hanya sebagai kampung nelayan.

Ketua RT 6 RW 16 Tambak rejo, Rohmadi mengatakan, saat ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Tambakrejo untuk menikmati udara sore di tepi laut.

Dan bahkan mereka menyewa perahu nelayan untuk berkeliling hingga ke laut.

“Potensi wisata di sini ada, setiap sore banyak wisatawan yang datang. Ada yang naik perahu dengan membayar Rp 5 ribu per orang, kadang kita bisa bawa sebanyak 15 orang,” katanya, Kamis (8/4/2021).

Rohmadi menjelaskan, cita-cita menjadi tempat wisata air sebenarnya tak lepas dari bimbingan Wali Kota Semarang.

Dan pihaknya secara resmi membuka wisata perahu yang dikelola warga setempat.

“Kendala kami sebenarnya perahu yang kita gunakan belum memenuhi syarat karena juga dibuat untuk mencari ikan. Misalnya ada bantuan dari Pemkot Semarang tentu bisa lebih menggerakkan perekonomian warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, inisiasi pembuatan wisata air ini muncul setelah dirinya berbincang dengan warga yang tinggal di rumah deret.

Pengakuan warga setempat, ketika sore hari banyak wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan laut dengan kapal milik nelayan.

“Jadi bukan hanya tempat hunian, wilayah ini bisa menjadi sektor wisata baru, yakni wisata air atau wisata laut,” kata Hendi, saat memperingati Hari Nelayan Nasional Ke-61, Selasa (6/4/2021) lalu di Kampung Nelayan Tambakrejo.

Hendi begitu ia disapa menjelaskan, Pemkot Semarang melalui Dinas Perikanan siap memfasilitasi wacana tersebut. Salah satunya adalah dengan mengganggarkan 10 buah perahu untuk digunakan para nelayan yang akan dimasukkan di anggaran perubahan Oktober 2021 mendatang.

“Para nelayan ini sebanarnya sudah memiliki perahu, tapi minta untuk dilengkapi dengan perahu wisata. Nah kita anggarkan di anggaran perubahan nanti 10 perahu,” jelasnya.

Politikus PDI-Perjuangan ini menambahkan, agar perekonomian warga di Kampung Nelayan ini bisa terangkat, juga perlu dilengkapi dengan kuliner khas laut atau sea food yang bisa dijadikan sentra UMKM.

“Harus ada kemandirian dari warga, bisa dibuat UMKM khas seperti sea food dan bisa menjadi ikon di Kampung Nelayan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nurkholis menjelaskan, nantinya untuk permintaan perahu akan diusulkan dalam anggaran perubahan 2021, namun untuk jumlah dan spesifikasinya akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Nanti akan kami usulkan sesuai arahan Pak Wali, jumlahnya 10. Di tempat ini juga ada tiga KUB, realisasinya menunggu anggaran turun dulu,” tambahnya.

Terkait bocoran spesifikasi, Nurkholis menjelaskan jika perahu yang akan diberikan nanti terbuat dari fiber yang lebih mudah dibersihkan dan kuat.

Dikarenakan perahu nantinya hanya digunakan untuk mengangkut wisatawan, sehingga harus bersih.

“Kalau anggaran cukup, nanti juga akan dilengkapi dengan mesin,” pungkasnya.

“Yang jelas perahu yang akan diberikan ini adalah perahu fiber karena fiber itu lebih rapi dan mudah dibersihkan karena untuk wisata jadi harus terlihat bersih. Dan di samping itu jika anggaran cukup maka perahu lengkap dengan mesinnya untuk mendukung nelayan yang ada di sini dan wisata baharinya,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.