Banyak Tenaga Kesehatan di Kota Semarang yang Belum Mengikuti Vaksinasi

Foto ilustrasi: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RS Bhakti Wira Tamtama, di Kota Semarang. (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

 

HALO SEMARANG – Ternyata masih banyak tenaga kesehatan di Kota Semarang yang belum mendapatkan vaksin Covis-19 dengan berbagai alasan. Sebelumnya, sebanyak 1.600 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang telah terdaftar menerima vaksinasi.

Dari jumlah tersebut, 400 nakes gagal dilakukan vaksinasi karena alasan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan 400 nakes tersebut tidak lolos dalam menjawab 16 pertanyaan wajib bagi penerima vaksin.

“Sampai tanggal 16 kemarin, 400 tertunda karena alasan medis,” jelas Hakam usai rapat evaluasi PPKM di kantor Wali Kota Semarang, Senin (18/1/2021).

Hakam juga memaparkan, terdapat pula nakes yang belum divaksin karena tidak hadir saat jadwal vaksinasi. Pihaknya tidak menyebutkan secara pasti berapa nakes yang tidak hadir.

“Mereka yang tidak datang, tidak laporan. Kami tidak tahu kenapa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hakam menambahkan, para nakes yang gagal divaksin maupun belum sempat hadir akan kembali mendapatkan jadwal untuk vaksinasi.

Petugas puskesmas akan memberi informasi melalui WhatsApp atau SMS kepada nakes yang belum melakukan vaksinasi.

Dia menargetkan, seluruh nakes sudah dapat tervaksin pada akhir Februari agar mereka tidak tertular dan bisa merawat pasien Covid-19 lebih aman.

Guna mempercepat vaksinasi, sambungnya, registrasi ulang bagi nakes telah dipermudah melalui melalui website, email, ataupun WA.

Kemudian, setiap fasilitas kesehatan dinaikkan jumlah penerima vaksin per hari. Sebelumnya, satu faskes hanya melayani tiga sesi di mana setiap sesi hanya 15 orang.

Mulai kemarin, masing-masing rumag sakit melakukan vaskinasi kepada 200 nakes per hari.

Sedangkan, puskesmas melakukan vaksinasi 50 nakes per hari.

“Jadi kalau di puskesmas tiga sesi. Sesi pertama 15, kedua 15, dan ketiga 20,” urainya.

Hingga kini, Hakam belum menerima laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Artinya, belum ada nakes ataupun perwakilan tokoh yang mengalami gejala usai dilajukan vaksinasi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.