in

Banyak Siswa Sekolah Positif Covid-19 di Semarang, Yoyok Sukawi: Segera Dievaluasi

Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi.

 

HALO SEMARANG – Adanya penularan Covid-19 pada masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Kota Semarang, menuai tanggapan dari banyak kalangan.

Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya menyoroti kejadian pembelajaran tatap muka (PTM) yang menimbulkan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.

Seperti telah dikonfirmasi oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang, puluhan sekolah di Kota Semarang menghentikan PTM karena ada temuan beberapa siswa yang positif.

Hal ini lantas ditanggapi oleh AS Sukawijaya yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil I Jawa Tengah. Menurutnya, harus segera ada evaluasi mengenai PTM supaya sekolah-sekolah tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19.

“Segera dievaluasi kejadian ini. Jangan sampai sekolah yang menggelar PTM menjadi kluster. Langkah tegas dari Dinas Pendidikan Kota Semarang yang memberhentikan PTM di sekolah-sekolah tersebut sudah tepat, namun harus ada tindak lanjutnya seperti tracking supaya penyebaran Covid-19 tidak kembali meluas. Nanti kalau ada rapat dengan Kemendikbud, Komisi X juga akan menyampaikan temuan ini supaya tidak ada kejadian penyebaran Covid-19 saat PTM di seluruh Indonesia,” tutur anggota DPR yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini di Semarang pada Senin (1/11/2021) malam.

Yoyok Sukawi juga menambahkan, bahwa penyebaran Covid-19 di sekolah sangat berisiko terhadap penularan Covid-19 di tempat-tempat lainnya. Ia tidak ingin situasi Kota Semarang yang sudah berhasil mengendalikan angka penyebaran Covid-19, sedikit melonjak angka penyebaran Covid-19-nya karena kegiatan PTM.

“Kalau ditarik garis, penyebaran di sekolah itu bahaya karena siswa-siswi sekolah punya keluarga di rumah. Apalagi ini Semarang sudah level 1, eman-eman dan harus tetap waspada,” lanjutnya.

Yoyok Sukawi juga ingin apabila PTM tetap digelar, orang tua murid dan pihak sekolah aktif untuk menanyakan kondisi siswa atau guru yang melaksanakan PTM supaya antisipasi dini bisa dilakukan.

“Bapak Ibu orang tua murid dan Bapak Ibu guru juga harus aktif nggih menanyai kondisi badan masing-masing. Kalau memang tidak fit, jangan dipaksakan datang ke kegiatan PTM,” pungkas anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.(HS)

Share This

Hijaukan Lingkungan Desa, Warga Blambangan Demak Tanam Ratusan Tanaman Pucuk Merah

Warga Kebonharjo Patebon, Antusias Mengikuti Vaksinasi Malam Polres Kendal