in

Banyak Pengalaman Jadi Anggota Satpol PP

Dewantari Kunthi Saputri.

 

MENJADI bagian dari anggota korp Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, selain dituntut loyal dan tegas untuk melaksanakan tugas dalam menegakkan peraturan daerah (Perda), juga harus bisa menciptakan ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat. Tugas ini tentu bisa dibilang tidak ringan.

Sehingga karena butuh mental yang kuat, sehingga sosok anggota Satpol PP lebih didominasi oleh laki-laki, bukan kaum hawa. Meski begitu, bagi salah satu anggota/staff Satpol PP Kota Semarang, Dewantari Kunthi Saputri hal ini tidak berlaku baginya.

Menurut Tari, begitu nama panggilan akrabnya, menjadi bagian dari Satpol PP merupakan sebuah kebanggaan karena hal ini juga didukung oleh keluarganya. Dikatakan, wanita kelahiran Semarang, Oktober 1995 ini, menjadi anggota Satpol PP cukup berat karena selalu bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Tugasnya pun tidak mengenal waktu, baik itu malam maupun pagi hari. Apalagi ketika ada tugas seperti operasi yustisi dan melakukan penindakan di lapangan. Meski begitu selama dirinya berkarir di Satpol PP ini banyak pengalaman yang berkesan baginya.

“Selama menjadi staf Praja Wibawa saya punya pengalaman unik dan berkesan saat pernah bergabung di Regu Khusus Penindakan. Pernah juga saya ikut serta dalam kegiatan penertiban PSK atau yang biasa disebut Cewek Matic yang mangkal di sudut-sudut Kota Semarang. Malam itu juga saya harus bertugas mengantarkan mereka sampai di Resos Wanidyo Utomo Surakarta,” kata Tari, Minggu (29/8/2021).

Meski harus bertugas sampai larut malam atau tengah malam, dirinya mantap melaksanakan kewajibannya itu.

“Keluarga selalu mensupport dan mendukung demi pekerjaan. Keluarga juga selalu percaya dan mendukung sepenuhnya,” imbuh wanita yang punya hobi mendengarkan musik ini.

Anak pertama dari dua bersaudara tersebut menambahkan, di sela-sela rutinitasnya sebagai staf Satpol PP Kota Semarang, saat memiliki waktu luang dan tidak bertugas di kantor, kesempatan ini dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga dan membantu berjualan ibunya di warung.

“Kalau ada waktu libur atau luang, biasanya saya manfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga dan membantu ibu berjualan di warung. Karena Ibu saya mempunyai usaha berjualan mi ayam di depan rumah,” pungkas wanita yang sekarang tinggal di daerah Sawah Besar ini.(HS)

Share This

Begini Langkah Pemprov Jateng Beri Perlindungan Bagi Yatim Piatu Akibat Covid-19

Mulai Mantap Menatap Gelar