Banyak Laporan Terkait Peredaran Minuman Keras, Satpol PP Kota Semarang Razia ke Beberapa Warung

Petugas Satpol PP Kota Semarang menggelar razia dengan sasaran beberapa produsen dan pengecer miras, Rabu (15/1/2020).

 

HALO SEMARANG – Sebagai bentuk pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras (miras), Satpol PP Kota Semarang menggelar razia dengan sasaran beberapa produsen dan pengecer miras, Rabu (15/1/2020).

Razia yang dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto ini kali menyasar ke pengecer miras di kawasan Industri Wijayakusuma, Tugu Kota Semarang.

- Advertisement -

Dari sebuah warung yang tidak jauh dari rel kereta ini, petugas mengamankan ratusan botol minuman keras yang penjualannya tidak berizin. Penindakan ini dilakukan karena pemilik warung tidak mengantongi izin penjualan minuman beralkohol.

Setelah mengamankan miras, petugas melanjutkan ke lokasi berikutnya, yakni di sebuah gudang distributor miras di Jalan Pamularsih.

Namun pemilik mengantongi izin sebagai distributor. Meski demikian petugas tetap mendata dan memeriksa semua dokumen pendukung.

Petugas kemudian menyisir lokasi di Jalan Menoreh Selatan. Dari sebuah warung, Satpol PP Kota Semarang berhasil menyita puluhan miras lokal dan ratusan botol kosong sebagai barang bukti.

Fajar Purwoto mengatakan, razia miras ini sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait peredaran miras yang semakin memprihatinkan di Kota Semarang.

“Dari hasil penyisiran sementara di warung-warung tidak memiliki izin penjualan miras, kami temukan beberapa botol minuman keras. Tolonglah, kalau mau jualan ya harus berizin,” ujar Fajar.

Menurut Fajar, razia miras ini juga sebagai penegakkan Perda No 8 Tahun 2009 terkait pengawasan dan pengendalian miras.

“Kegiatan operasi akan kami lakukan terus hingga Februari 2020, hal ini untuk meminimalisir peredaran miras dan mencegah beredarnya miras oplosan yang membahayakan,” tandas Fajar.

Dalam waktu dekat, lanjut Fajar, pihaknya juga akan menyasar ke produsen-produsen miras di Kota Semarang yang disenyalir tidak berizin.

“Di Kota Srmarang ini kami mensenyalir ada empat produsen miras yang tidak berizin. Nanti pasti akan kami operaau. Operasi ini bagian dari warning untuk para pelaku usaha miras yang tidak berizin,” pungkas Fajar.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.