in

Banyak Kekosongan Jabatan di Struktur Pemkot Semarang, Dewan Minta Segera Diisi

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Liluk Winarto (duduk paling kanan) saat menjadi narasumber dialog interaktif DPRD Kota Semarang di Hotel Metro Park View Kota Lama Semarang, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Liluk Winarto, berharap Pemerintah Kota Semarang bisa segera mengisi sejumlah jabatan yang kosong di lingkungan pemerintahan. Hal ini agar program Pemerintah Kota Semarang bisa berjalan dengan baik.

Kekosongan jabatan tersebut terjadi usai pelantikan eselon 2 beberapa waktu lalu, dan adanya pegawai Pemkot Semarang yang memasuki masa pensiun serta penataan kebijakan birokrasi.

Menurut Liluk, sapaan akrabnya, beberapa jabatan kosong ini bahkan cenderung vital misalnya Kepala Dinas Pendidikan.

“Apalagi dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan melakukan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Kemudian jabatan camat juga kami nilai vital karena bersinggungan langsung dengan masyarakat untuk memberikan pelayanan,” terangnya, Senin (13/6/2022).

Meski sudah ditunjuk Plt, dia berharap, kekosongan jabatan segera diisi agar rencana kerja yang sudah disusun dapat berjalan baik.

“Kalau Plt kan dia rangkap jabatan, takutnya kerjanya jadi tidak maksimal. Intinya jangan terlalu lama, harus dipilih yang berkompeten sehingga program yang ada bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, M. Sodri terkait aturan kebijakan reformasi birokrasi berupa perubahan jabatan struktural menjadi fungsional tersebut dikatakannya merupakan aturan dari pusat.

Meski mengalami sedikit perubahan, tapi diharapkan dengan adanya aturan baru tersebut nantinya lebih efisien. Sehingga harapannya kinerja ASN bisa makin maksimal.

“Saya yakin hal ini ada pertimbangan tersendiri dari pusat,” katanya.

Dia melanjutkan’ kedepannya pegawai terutama eselon IV tentunya akan terkena perampingan terkait jabatan yang ada, karena pemerintah kota mengikuti dari kebijakan pusat tersebut.

“Prinsipnya pemkot ingin memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan disisi lain melakukan perampingan dengan efisiensi. Sehingga anggaran bisa dialihkan ke kegiatan yang sifatnya peningkatan pelayanan masyarakat,” jelasnya

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris mengakui masih banyak kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Dikatakan Haris, setelah dilakukan pelantikan sebanyak 10 kepala dinas, kepala badan, dan staf ahli pada beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya masih menyiapkan kekosongan jabatan tersebut.

Menurutnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah memerintahkan pengian jabatan itu. Namun, masih cukup banyak hal yang perlu dipersiapkan lantaran kekosongan jabatan tidak hanya 10 jabatan saja.

“Banyak sekali eselon 3 dan eselon 4 yang kosong. Untuk menata tersebut harus sangat teliti,” ujar Haris.

Dia mengaku, belum menghitung secara pasti berapa kekosongan jabatan di tingkat eselon 3 dan 4. Namun, cukup banyak kekosongan jabatan terutama di wilayah-wilayah yakni kecamatan dan kelurahan.

Adanya perubahan sistem dari jabatan struktural ke jabatan fungsional ini membuat BKPP harus menyiapkan dengan baik kekosongan tersebut. Sehingga saat ini, beberapa jabatan kosong tingkat kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, hingga camat sementara waktu saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). (Advetorial-HS-06)

Polrestabes Semarang Amankan Pelaku Tabrak Lari di Kaligawe hingga Korban Meninggal

Perkuliahan Tatap Muka Disambut Euforia Mahasiswa Udinus